Tanggal 04 Nopember 2016 akan menjadi sejarah demokrasi di Indonesia. Rencananya berbagai elemen dan organisasi Islam akan melakukkan demo atau unjuk rasa di depan Istana negara secara besar-besaran. Apabila peserta demo mampu menunjukkan sebagai peserta demo yang mampu menjaga ketertiban dan keamanan serta menunjukkan sikap berdamai, maka akan tercatat sejarah bahwa demokrasi kita adalah demokrasi yang dewasa.
Berikut petikan wawancara INFOPlus dengan Psikolog dan Pengamat Kepolisian Dr. T. Supriyadi,Psi.
Apa pendapat anda dengan rencana aksi 04 Nopeber 2016 ?
Unjuk rasa itu dilindungi oleh undang-undang, oleh karena itu sebaiknya kita semua belajar dan berusaha untuk memahami undang-undang yang berlaku di negeri kita, yakni undang undang hak untuk menyatakan pendapat.
Menurut anda dapatkah massa dikendalikan oleh aparat?
Aparat itu tugasnya mengamankan pengunjuk rasa. Selain itu juga mengamankan masyarakat secara luas agar unjuk rasa tidak berdampak terhadap penderitaan masyarakat. Oleh karena itu, yang harus menahan diri dan mengendalikan diri adalah peserta unjuk rasa itu sendiri. Karena aparat tidak akan berbuat yang melebihi kapasitasnya sebagai penjaga keamanan dan ketertiban, bila masyarakat menyampaikan pendapat dengan tertib dan tidak anarkis.
Ada tips khusus agar unjuk rasa tidak rusuh?
Begini. Alim ulama, Tokoh Agama dan tokoh masyarakat adalah kuncinya. Dan bila dilapangan adalah koordinator lapanganlah sebagai penentu. Dalam orasi para koordinator inilah yang harus bersikap dewasa, artinya boleh saja membakar semangat pendemo, tetapi harus menghindarkan ajakan-ajakan yang sifatnya anarkis. Karena dalam suasana kelompok, sifat dan kebiasaan individu menjadi sirna karena kesetiakawanan sosial. Jadi dalam suasana unjuk rasa, massa mudah sekali terprovokasi. Karena idealismenya menjadi terkikis dan rasa solidaritas yang muncul. Apabila solidaritas ini dapat tersalurkan dengan baik, maka anarkisme bisa dihindarkan.
Sepertinya Masyarakat menjadi khawatir, unjuk rasa ini berdampak neatif?
Berikan kepercayaan kepada para sesepuh, alim ulama dan tokoh agama serta tokoh masyarakat, bahwa unjuk rasa akan berdamai dan berjalan tertib. Mereka mampu mengendalikan pendemo, Karena sejatinya mayarakat kita mencintai ketertiban dan tidak mau kedamaiannya terusik.
Seperti dilansir beberapa media, polisi akan bertindak tegas dan bahkan siap menembak bila pendemo anarkis. Tanggapan anda?
Saya sependapat dengan kapolri yang kemarin mengatakan, bahwa massa pendemo semua diajak untuk berdemo dengan tertib dan santun. Aparat, baik TNI mapun Polri akan menghadapi mereka dengan humanis. Baru…bila pendemo melakukkan anarkisme, maka aparat akan bertindak dengan tegas. Jadi berilah kepercayaan kepada aparat, bahwa aparat mampu berbuat yang terbaik untuk negeri ini. (Ipl.1)
















