Bidan di Batang Diminta Patroli Ibu Hamil

oleh

Batang – Angka kematian ibu melahirkan di Kabupaten Batang terbilang masing cukup tinggi. Tercatat kematian ibu melahirkan pada tahun 2017 mencapai 16 orang sedangkan di tahun 2018 sampai bulan Juni sudah mencapai 10 orang. Hal itu tidak menutup kemungkinan akan terus bertambah.

Menyikapi hal itu, Bupati Batang, Wihaji menyatakan, sudah memerintahkan seluruh bidan desa untuk mengintensifkan patroli mengawasi orang hamil.

“Ini penting apabila terjadi permasalahan pada orang hamil,” kata dia usai menghadiri Hari Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Batang ke-67 di Gedung IBI Kasepuhan, Kabupaten Batang, Sabtu (30/6/2018).

INFO lain :  14 Poliklinik Tutup Total

Bupati meminta kepada bidan mendampingi secara intensif agar tidak terjadi lagi kasus ibu melahirkan yang meninggal dunia, karena sekarang setiap desa sudah memiliki bidan desa yang siap membantu mendeteksi permasalahan ibu hamil dan melahirkan.

Wihaji menyinggung permasalahan bayi lahir dengan kondisi kurang gizi atau stunting yang cukup banyak di Batang. Menurutnya hal itu dikarenakan kurangnya pemahaman masyarakat tentang pola hidup sehat. Banyak orang hamil karena tradisi, menghindari atau melarang makan yang seharusnya asupan makanananya harus banyak dan bergizi.

INFO lain :  Antisipasi Tindak Kriminal Polres Tegal Sita Miras

Menurutnya, persepsi masyarakat yang masih salah yang melarang ibu hamil makanan – makanan tertentu yang sebenarnya bergizi.

“Oleh karena itu harus terus dilakukan sosialiasi baik oleh bidan desa maupun Puskesmas,” jelasnya.

Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Batang, Yayan Nuryanah mengatakan, upaya kita untuk mengurangi ibu melahirkan meninggal dunia dengan melakukan sosialisasi dengan cara memberikan pengetahuan tentang pentingnya nutrisi makanan ibu hamil, karena di pelosok – pelosok desa pantangan makanan masih ada. Mereka tidak boleh makan dengan lauk pauk, setelah melahirkan hanya diperbolehkan makan nasi dan kerupuk.

INFO lain :  Diduga Simpangkan Dana Desa, Kades Banjaranyar Dilaporkan Warganya ke Bupati

Dikatakannnya penyebab kematian ibu melahirkan diantaranya adanya penyakit yang tidak terdeteksi sejak awal, dan penyebab kematian bayi kebanyakan disebabkan kelahiran secara prematur.

Untuk jumlah bidan di Kabupaten Batang lanjutnya, ada sebanyak 540 bidan yang terdiri dari PNS, CPNS, PTT, Wiyata Bhakti, Magang dan pensiunan, namun yang masuk menjadi anggota IBI baru sekitar 517 bidan.

“Rasio jumlah bidan dan masyarakat dengan jumlah desa 428 desa sudah mencukupi, hanya saja kalau ada Puskesmas bersalin kita masih butuh tenaga bidan,” jelasnya. (edit)