Lapak Pedagang Pasar Darurat Kedungwuni Pekalongan Diundi

oleh

Pekalongan – Sejumlah 1.638 pedagang Pasar Kedungwuni akan direlokasi atau dipindahkan sementara ke pasar darurat yang terletak di Kelurahan Kedungwuni Timur. Pemindahan tersebut harus dilakukan lantaran pasar yang ditempati pedagang akan direnovasi.

Sementara atas relokasi tersebut, pemerintah setempat membangun lapak darurat bagi pedagang, sementara bangunan pasar mulai dikerjakan. Atas lapak-lapak darurat tersebut, dilakukan pengundian diikuti para pedagang.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Kedungwuni Barat, Brigadir Sukarmo mendampingi Kanit Sabhara Aipda Agung Pulung tampak turun melaksanakan pengamanan pengundian pasar darurat di aula Kelurahan Kedungwuni Timur.

INFO lain :  Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Prioritaskan 3 Program Unggulan

“Pengundian lapak berlangsung, Jumat (29/6/2018) sejak pagi dihadiri ratusan pedagang Pasar Kedungwuni yang akan menempati pasar darurat yang disediadakan oleh Pemkab Pekalongan dikarenakan pasar akan dilakukan pembangunan secara menyeluruh,” kata Sukarmo, kemarin.

Kapolsek Kedungwuni AKP Kalung Muktiana menambahkan, perlunya anggota yang melaksanakan pengamanan undian tersebut untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan yang mungkin akan terjadi saat pelaksanaan pengundian.

“Sistem pengundian pasti akan ada yang diuntungkan dan yang dirugikan,” kata dia.

Pihak Disperindagkop dan UKM Kabupaten Pekalongan sendiri mencatakan pasar darurat sudah 90 persen dan siap ditempati oleh para pedagang. Walaupun pasar darurat masih dalam proses pembangunan, beberapa pedagang yang penasaran mendatangi lokasi untuk melihat secara langsung tempat yang akan digunakan untuk berdagang sementara tersebut.

INFO lain :  Berenang di Water Blaster Semarang, Bocah SD Asal Batang Tewas

Hurip Budi Riyantini kepala Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Pekalongan menuturkan, pasar darurat siap ditempati pedagang 5 Juli mendatang.

“Pasar siap ditempati 5 Juli mendatang, sekarang proses pembangunan sudah hampir selesai,” jelasnya.
Riyantini menambahkan, lahan yang digunakan untuk pembangunan pasar darurat seluas 5 hektar.

“Total dana untuk pembangunan pasar darurat mencapai, Rp 1,7 miliar lebih. Dan kini di Pasar Kedungwuni para pedagang sedang melakukan proses pengundian lapak, supaya para pedagang bisa menempati awal Juli nanti,” timpalnya.

INFO lain :  Kurangi Ketergantungan pada Beras dan Terigu

Nanik (46), seorang pedagang mengaku, berdagang merupakan sumber pencarian utama mereka.

“Mau tidak mau ya harus terima, karena berdagang sudah jadi sumber kehidupan utama kami, semoga saja ada perluasan lapak nantinya untuk menaruh stok dagangan kami,” katanya mengaku sudah berdagang selama 10 tahun.

Terkait pemindahan tersebut, ia berharap omsetnya masih bertahan seperti saat berdagang di Pasar Kedungwuni.