Kalamo Pekalongan, Kampung Nelayan Modern Didanai KKP Rp 21,8 miliar

oleh
KKP akan bangun kampung nelayan modern atau kalamo di pekalongan
Menteri Kelautan dan Perikanan, Wahyu Sakti Trenggono saat meninjau lokasi pembangunan Kampung Nelayan Modern Kalamo Kota Pekalongan. (Foto: Al)

Pekalongan –  INFOPlus. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sedang menyiapkan pembangunan Kampung Nelayan Modern (Kalamo) di Kelurahan Setono, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan. Proyek ini didanai Rp 21,8 miliar.

Pembangunan Kalamo oleh KKP merupakan langkah signifikan dalam memodernisasi kehidupan nelayan dan meningkatkan daya tarik wisata kota. Kalamo dirancang dengan konsep thematic culinary, di mana hasil perikanan nelayan dapat langsung diolah dan dinikmati oleh pengunjung.

“Kalamo akan mengintegrasikan layanan kuliner ikan segar dengan fasilitas restoran, hunian modern untuk 150 nelayan, serta cool storage atau gudang penyimpanan ikan dengan mesin pendingin berkapasitas besar,”kata Menteri KKP Wahyu Sakti Trenggono di lokasi, Sabtu (25/5).

INFO lain :  Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Prioritaskan 3 Program Unggulan

Pembangunan Kampung Nelayan Modern akan dilakukan di lahan seluas 8.000 meter persegi dengan anggaran sebesar 21,875 miliar rupiah. Pembangunan dijadwalkan dimulai pertengahan Juni 2024 dan ditargetkan selesai pada November 2024.

Selain pasar ikan dan restoran, Kalamo juga akan menampung sekitar 150 nelayan untuk membuka usaha. Harapannya dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan dan keluarganya.

Fasilitas cool storage yang disediakan di Kalamo akan membantu nelayan dalam menyimpan hasil tangkapan dengan lebih efisien, menjaga kualitas ikan tetap segar sebelum dijual. Hal ini diharapkan akan meningkatkan nilai jual dan daya saing produk perikanan nelayan Pekalongan.

INFO lain :  Pemkot Pekalongan Lockdown 120 RT

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekalongan, Nur Priyantomo, menambahkan bahwa Kampung Nelayan Modern dirancang sebagai pusat wisata kuliner baru yang diintegrasikan dengan wisata belanja grosir batik Setono, wisata religi Makam Sapro, dan taman wisata laut Pasir Kencana.

“Kalamo diharapkan mampu menarik wisatawan lokal dan luar daerah karena lokasinya yang strategis berada di pintu masuk dan keluar Kota Pekalongan,” ujarnya.

Untuk memastikan kelancaran operasional dan pengelolaan yang profesional, Kalamo akan dikelola oleh sejumlah koperasi nelayan setempat. Ini tidak hanya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengelola fasilitas, tetapi juga memastikan bahwa manfaat ekonomi dari Kalamo dirasakan langsung oleh komunitas nelayan.

INFO lain :  Pencari Lobster Ditemukan di Kebumen

Pembangunan Kampung Nelayan Modern diproyeksikan membawa dampak positif bagi perekonomian Kota Pekalongan. Dengan adanya pusat wisata kuliner laut yang baru, diharapkan jumlah wisatawan yang berkunjung akan meningkat, sehingga mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

“Keberadaan Kalamo sebagai pusat wisata baru diharapkan mampu meningkatkan perekonomian Kota Pekalongan dan menjadi tujuan wisata kuliner laut bagi pengunjung lokal maupun dari luar daerah,” kata Nur Priyantomo. (Al)