Semarang – INFOPlus. Fasilitas pendidikan menjadi salah satu perhatian Pemkot Semarang dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat. Di SMPN 45, lewat Dinas Pendidikan tengah diupayakan penambahan ruang kelas dan fasilitas olahraga.
“Tahun ini, kami siapkan bangunan dua lantai yang terdiri atas 3 ruang kelas, 1 ruang serba guna, dan 1 ruang yang akan difungsikan sebagai tempat parkir sepeda motor,” terang Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bambang Pramusinto pada Rabu (30/8).
Progres pembangunan gedung baru saat ini sudah lebih dari 60% atau melebihi target yang telah ditentukan. Yakni selesainya pengecoran bangunan dua lantai.
Selain bangunan dua lantai, Dinas Pendidikan juga menambah fasilitas lainnya, bisa untuk upacara maupun olahraga siswa.
“Sebagian lahan kosong di depan gedung sekolah dibangun lapangan, baik untuk upacara maupun olah raga. Saat ini pembangunan lapangan sudah sampai pada tahap pengecoran,” kata dia.
Menurut Bambang, sekolah yang beralamat di Jalan Rejomulyo I Wates Kecamatan Ngaliyan tersebut masih membutuhkan banyak ruangan dan fasilitas. Bahkan saat ini ruang TIK belum tersambung instalasi listrik dan jaringan internet.
Karena itu, lanjutnya, Dinas Pendidikan mengusulkan pembenahan laboratorium TIK berstandar ANBK dan praktik pembelajaran informatika di samping pembangunan kantin, penyempurnaan lapangan, pengadaan sound sistem kelas, hingga ruang penunjang lainnya seperti UKS dan perpustakaan.
“Progres penambahan sarana prasana dilakukan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan fisik SMPN 45 sehingga harapannya akan bisa menambah daya tampung sekolah tersebut.
Bambang menambahkan di awal tahun pelajaran 2022/2023, SMPN 45 baru bisa membuka tiga kelas pembelajaran. Bertambah tiga kelas lagi di PPDB 2023/2024. Dengan demikian, saat ini ada enam ruang kelas dengan jumlah siswa 191 pelajar.
Sebagai pendukung kegiatan publikasi, SMPN 45 sendiri saat ini sudah menggunakan website resmi pada portal https://smpn45.semarangkota.go.id/
“Keberadaan SMPN 45 diharapkan menjadi alternatif sekolah bagi siswa yang tinggal di wilayah Ngaliyan, Mijen dan sekitarnya,” imbuh Bambang. (Ags/Mw)
















