Ratusan Anak Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang Ikuti Simulasi Bencana

oleh

Magelang – Ratusan siswa sekolah dasar di Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang mengikuti simulasi bencana tanah longsor. Simulasi digelar di halaman balai Ratusan Anak Ikuti Simulasi Bencana di Magelang, Kabupaten Magelang, Minggu (8/4/2018).

Mereka dilibatkan simulasi penyelamatan diri ketika bencana melanda. Hal itu sebagai pengenalan dini terhadap langkah penanganan ketika terjadi bencana, mengingat Kecamatan Salaman masuk dalam salah satu daerah di Kabupaten Magelang dengan potensi tanah longsor tinggi.

Ketua Organisasi Pengurangan Resiko Bencana (OPRB) Fortis Salaman, Priyo Wahyu Setiadi mengatakan, Kecamatan Salaman, khususnya Desa Margoyoso adalah salah satu daerah yang mendapat perhatian lebih karena potensi longsor yang tinggi.

INFO lain :  Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Jepara

“Selama empat tahun terakhir, ada sedikitnya 10 kali tanah longsor, baik skala kecil maupun besar,” kata dia di sela kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Margoyoso, kemarin.

Siswa SD memang menjadi sasaran dalam simulasi ini karena dinilai lebih efektif dibanding orang dewasa. Salah satu bagian dari kegiatan simulasi bencana di Kabupaten Magelang.

INFO lain :  Dispuspa Kabupaten Magelang Terpilih jadi Lembaga Kearsipan Terbaik di Jateng

Di Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, simulasi sekolah madrasah aman bencana ini rutin dilaksanakan setiap tahun mulai 2015 lalu. Dalam kegiatan ini, juga dilibatkan para guru dan masyarakat di lingkungan sekitar. Termasuk juga melibatkan warga disabilitas, ibu hamil, dan lainnya.

“Target kita adalah bagaimana mereka mampu bekerjasama dalam penyelamatan saat terjadi bencana, terutama tanah longsor,” katanya.

INFO lain :  Ditinggal Pergi, Gelang Emas 32 Gram Disikat Pembantu

Simulasi bencana digelar bekerjasama dengan lembaga non pemerintah, Arbeiter-Samariter-Bund (ASB). Sejauh ini, ASB telah bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang untuk mendampingi 80 sekolah dan 4 desa tanggung bencana.

“Program sekolah madrasah aman bencana ini merupakan program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mendorong kesiapsiagaan sejak dini,” jelas Project Officer ASB, Wiwit Prasetyono.edi