Wagub Taj Yasin Minta Karya Pemenang LKS Tak Berakhir di Perpustakaan

oleh

Semarang – Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen berharap karya pemenang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tidak berakhir atau hanya sekadar pengisi perpustakaan sekolah. Pemerintah mendorong karya pelajar tersebut bisa dikenalkan ke kalangan industri.

Demikian dikatakan Wagub Taj Yasin saat membuka LKS SMK ke-31 tingkat Provinsi Jawa Tengah di SMK Raden Umar Said, Kudus, Senin (29/5). LKS SMK kali ini mengambil tema Budaya Prestasi Menguatkan Jateng Vokasi.

Pembukaan LKS tingkat Jateng ditandai dengan fashion show bertema kain lurik dari SMK NU Banat Kudus. Mereka mengeksplor catwalk dengan desain baju dan koreografer yang apik, sehingga audience bak tengah menyaksikan panggung fashion show profesional.

INFO lain :  16 Tokoh dan Tiga Korporasi Dianugerhi PWI Jateng Award 2022

Dalam kesempatan itu, Taj Yasin Maimoen mendorong agar karya-karya siswa SMK yang dinobatkan jadi juara LKS tidak sekadar disimpan di perpustakaan. Masyarakat tidak akan mengenal karya para pelajar yang hanya diarsipkan di perpustakaan. Karya mereka harus dibantu untuk dikenalkan di dunia industri.

INFO lain :  Ganjar instruksikan 35 pemda antisipasi inflasi

“Saya berharap nanti mana-mana saja yang menjadi pemenang, juara, nanti kita kurasi lagi, kita tawarkan langsung ke industri. Bukan hanya kita simpan di perpustakaan,” ujar dia.

Taj Yasin mencontohkan, kompetensi siswa SMK NU Banat Kudus sudah tidak diragukan lagi di bidang fashion designer. Mereka bahkan sudah mengikuti ajang fashion show bergengsi seperti Moslem Fashion Show (Muffest+) di Jakarta. Kompetensi mereka bisa digunakan pemerintah untuk membantu mendesain baju lurik.

INFO lain :  Jembatan Ambrol di Banjarnegara, Akses Warga Terputus

“Bisa nggak kira-kira pemerintah ini mendesain bajunya, didesainkan oleh anak-anak SMK. Sehingga mereka ada kreativitas, ini bisa langsung. Ini lho dipakai di pemerintahan. Ini dorongan-dorongan ini supaya menimbulkan semangat dari adik adik sendiri dan sekolah sendiri,” jelasnya

Taj Yasin menambahkan pemerintah sendiri sekarang sudah mengambil kebijakan untuk lebih banyak berbelanja produksi dalam negeri. Maka, momentum tersebut bisa menjadi kesempatan besar untuk bisa lebih memasarkan produksi dalam negeri di pemerintahan. (aGj/Ts)