Pemkab Batang lestarikan budaya dan kearifan lokal

oleh

Batang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, Jawa Tengah, siap melestarikan budaya kearifan lokal yaitu penggunaan alat musik tradisional kentongan sebagai media membangun warga untuk sahur pada saat Bulan Suci Ramadhan.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Batang Subiyanto di Batang, Minggu, mengatakan bahwa selama ini penggunaan alat musik tradisional kentongan sebagai media membangun warga untuk sahur pada saat Blan Suci Ramadhan mulai terkikis.

“Oleh karena itu kami berkomitmen untuk melestarikan budaya kearifan lokal itu melalui lomba. Lomba kentongan ini akan terus menjadi agenda rutin setiap memasuki Bulan Suci Ramadhan,” kata Subiyanto.

INFO lain :  Marketing Koperasi Pamardi Utomo Gelapkan Uang Nasabahnya

Menurut dia, jumlah kelompok yang melestarikan budaya “tong tong prek” atau alat musik kentongan tidak sebanyak dulu seiring dengan adanya kemajuan teknologi yang semakin pesat.

INFO lain :  Kecelakaan Karambol di Fly Over Dermoleng Brebes Tewaskan Dua Pemotor

Namun, lanjut dia, melalui lomba kentongan ini ternyata masih ada warga yang setia untuk menghidupkan kearifan lokal tersebut, sehingga hal itu perlu mendapat dukungan dari pemkab.

INFO lain :  Banjir di Pekalongan, 2.882 Warga Mengungsi

“Kami berupaya kegiatan perlombaan sejenis ini akan dilestarikan agar budaya kentongan tetap ada penerusnya,” kata Subiyanto.

Lurah Proyonanggan Selatan Bambang Pitoyo mengapresiasi kegiatan lomba kentongan karena bisa melestarikan budaya lokal, untuk membangunkan orang sahur.

“Melalui alat musik kentongan menunjukkan rasa persatuan dalam menjaga keamanan lingkungan setempat,” katanya.

Sumber Antara