Batang – Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Komunitas Masyarakat Batang, TNI, polisi dan pelajar gotong royong bersih – bersih Pantai Ujungnegoro, Minggu pagi (6/5/2018). Mereka juga menanam mangrove, cemara laut. Kegiatan itu digelar dalam rangka program tahun kunjungan wisata 2022 dengan tagline Batang Heaven of Asia.
Bupati Batang, Wihaji yang ikut kegiatan mengatakan, pentingnya merubah dan membangun pola pikir masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Dikatakannya, gerakan Pungut Sampah harus menjadi gerakan masif dengan diikuti manajemen sampah.
“Sehingga ada penanganan serius terhadap sampah dengan saling bersinergi mencari solusi masalah sampah,” kata Wihaji.
Wihaji juga mengatakan, Pemkab Batang memiliki konsep dalam penanganan sampah dengan memperbanyak dan membangun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sehingga sampah tidak menumpuk di Batang.
“Harus ada konsep untuk pembangunan TPA dan penambahan bak sampah di setiap destinasi wisata, agar tempat wisata dan lingkungan masyarakat bersih dari sampah dengan membuang sampah pada tempatnya,” kata Bupati Batang, Wihaji.
Bupati Batang mengatakan, kebersihan menjadi hal yang utama di lingkungan destinasi wisata. Hal itu akan berpengaruh pada kenyamanan pengunjung saat mengetahui tempat wisata bersih dari sampah.
Ketua Komunitas Masyarakat Batang, Burdathul Laili mengatakan, gerakan pungut sampah merupakan gerakan kepedulian lingkungan oleh komunitas masyarakat Batang yang bertujuan agar lingkungan menjadi bersih dan nyaman.
“Ini merupakan gerakan pungut sampah sebagai bentuk demonstrasi kebersihan oleh Komunitas Masyarakat Batang yang bertujuan agar masyarakat sadar dari sampah,” kata Burdathul Laili.
Pihaknya berharap seluruh masyarakat Batang bersama – sama ikut menjaga kebersihan di lingkungan destinasi wisata dan lingkungan masyarakat. Masyarakat juga harus sadar dan tidak menjadikan tempat sampah sebagai pajangan saja. (edi)















