BATANG — Kecelakaan terjadi di kawasan Perkebunan PTPN IX Afdeling Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Senin (30/4/2018). Sebuah mobil bernomor polisi AA 1777 NE berpenumpang empat orang hilang kendali.
Diduga sopirnya ngantuk, mobil hilang kendali dan terlalu menepi saat melintasi tepi jurang. Mobil masuk jurang di kawasan Perkebunan PTPN IX Afdeling dan teperosok ke tebing sedalam sekitar 150 meter.
Dua orang meninggal dunia di lokasi, sementara dua lainnya luka. Usai mengevakuasi para korban, hingga kemarin, petugas masih kesulitan mengevakuasi bangkai mobil. Evakuasi sulit dilakukan karena tingginya tebing.
Kepala Kepolisian Resor Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga mengatakan, kasus kecelakaan tersebut bermula saat KBM Mitsubishi yang ditumpangi empat korban tersebut melintas di jalan Perkebunan PTPN IX Afdeling, Desa Wonodadi, Kabupaten Batang.
“Diduga, akibat laju mobil terlalu menepi dan pengemudi mengantuk hingga akhirnya mobil terperosok masuk ke jurang dengan kedalaman sekitar 150 meter hingga menewaskan dua korban meninggal dunia dan dua lainnya luka-luka,” katanya.
Dua korban meninggal dunia bernama Eko Dono Saputra (29) warga Kecamatan Gunung Sugih, Provinsi Lampung dan Suryono (26) warga Kabupaten Batang. Sementara itu, korban yang mengalami luka-luka bernama Heri (31) warga Sukorejo, Kabupaten Kendal dan Ahmad Mustofa (31) warga Kecamatan Blado, Kabupaten Batang.
Kepala Unit Kecelakaan Ipda Windarto menambahkan, polisi mengalami kesulitan saat melakukan evakuasi terhadap korban karena posisi korban berada pada lokasi yang sulit dijangkau dan berbahaya. Selain itu kondisi tekstur tanah yang cukup labil di lokasi, menjadikan hambatan evakuasi.
“Bangkai mobil hingga kini belum dapat dievakuasi karena kondisi tanah dan ke dalam yang cukup curam. Untuk korban meninggal sudah dilakukan visum dan dibawa oleh keluarganya,” katanya menambahkan, dua korban luka menjalani perawatan jalan.(edi)
















