INFOPlus – Mengetahui angka tekanan darah Anda sangat penting untuk menilai kondisi kesehatan tubuh. Berikut ini cara membaca tensi darah yang benar.
Anda pasti sudah lumayan akrab dengan tensimeter atau sfigmomanometer. Alat untuk mengukur tekanan darah ini sering kali digunakan oleh tenaga medis.
Tensimeter terbagi ke dalam dua jenis, yakni manual dan digital. Bila Anda tidak mempunya anggota keluarga yang bekerja sebagai perawat, penggunaan tensimeter digital lebih dianjurkan karena lebih praktis.
Meski sudah tidak asing dengan penggunaannya, apakah Anda sudah paham cara membaca tensi darah?
Untuk mengetahui arti angka yang ditunjukkan tensimeter saat pengukuran tekanan darah, simak ulasan berikut ini.
Arti Angka Tekanan Darah
Terdapat dua angka yang tertera pada alat tensimeter, yakni pada baris pertama dan baris kedua. Baris pertama disebut angka sistolik, sedangkan baris belakang disebut angka diastolik.
Angka sistolik menunjukkan seberapa besar tekanan yang ditimbulkan darah terhadap dinding pembuluh darah arteri. Ini ditunjukkan ketika jantung berdetak.
Sementara, angka diastolik menunjukkan seberapa besar tekanan yang ditimbulkan darah Anda terhadap dinding pembuluh darah arteri. Ini ditunjukkan ketika jantung sedang beristirahat sejenak, atau saat jantung sedang relaksasi.
Bila ada peningkatan pada salah satu angka maupun keduanya, maka bisa dipastikan Anda memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi.
Terdapat lima kategori rentang tekanan darah yang diakui oleh American Heart Association. Berikut rinciannya.
1. Normal
Tekanan darah di bawah 120/80 mmHg menunjukkan tekanan darah normal.
Apabila Anda masuk dalam golongan ini, pertahankan kebiasaan sehat seperti diet yang seimbang dan lakukan olahraga rutin.
2. Meningkat atau Pre-Hipertensi
Tekanan darah dikatakan meningkat bila pada pengukuran tekanan darah, angka yang muncul untuk tekanan sistolik antara 120-129 dan tekanan diastolik kurang dari 80 mmHg.
Individu dengan tekanan darah yang meningkat akan memiliki risiko hipertensi, kecuali dilakukan pencegahan untuk mengontrol keadaan tersebut.
Cara mencegah hipertensi yaitu dengan mulai mengubah kebiasaan gaya hidup menjadi lebih sehat.
3. Hipertensi Derajat 1
Jika tekanan darah menetap pada rentang 130-139 untuk tekanan sistolik dan 80-89 mmHg untuk tekanan diastolik, itu artinya Anda berisiko terhadap serangan jantung dan/atau stroke.
Anda kemungkinan akan diberikan obat penurun tekanan darah dan disarankan untuk segera mengubah gaya hidup.
4. Hipertensi Derajat 2
Ketika saat pengukuran, tekanan darah berada pada 140/90mmHg atau di atasnya, ini menunjukkan golongan hipertensi derajat 2.
Anda kemungkinan akan diberikan obat penurun tekanan darah dan dianjurkan mengubah gaya hidup jadi lebih aktif.
5. Krisis Hipertensi
Bila tekanan darah meningkat, sampai melebihi 180/120mmHg, kondisi ini dinamakan krisis hipertensi sehingga membutuhkan pertolongan medis.
Demi memastikan angkanya, ulangi pengukuran tekanan darah setelah 5 menit dari pengukuran pertama.
Apabila menetap tinggi, segera kunjungi dokter. Terlebih bila terdapat gejala seperti:
Nyeri dada
Sesak napas
Nyeri punggung
Rasa lemah hingga mati rasa
Perubahan pandangan
Kesulitan berbicara
Ingat, jangan tunggu tekanan darah turun. Segera kunjungi instalasi gawat darurat untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Cara agar Hasil Pengukuran Tekanan Darah Akurat

Untuk memastikan bahwa pengukuran tekanan darah akurat, perhatikan beberapa hal berikut.
Pastikan Alat Berfungsi dengan Baik
Cara membaca tensi darah yang pertama, apabila Anda menggunakan alat sendiri di rumah, pastikan bahwa alat tersebut memang berfungsi dengan baik dan memiliki garansi.
Ukur Tekanan Darah Anda 2 Kali Sehari
Pengukuran tekanan darah sebaiknya dilakukan dua kali sehari, yaitu di pagi hari sebelum makan dan konsumsi obat, dan di malam hari.
Selain itu, Anda sebaiknya melakukan pengukuran di waktu yang sama setiap harinya.
Hindari Mengukur Tekanan Darah Segera Setelah Bangun Pagi
Cara membaca tensi darah selanjutnya adalah jangan melakukan pengukuran segera setelah Anda bangun.
Langsung mengukur tekanan darah segera setelah bangun juga akan meningkatkan hasil. Pasalnya, secara alami tubuh akan mengalami kenaikan tekanan darah di saat tersebut.
Hindari Konsumsi Makanan, Kafein, Tembakau, dan Alkohol Selama 20 Menit Sebelum Melakukan Pengukuran
Bila tidak dihindari, hasil pengukuran dapat meningkat. Selain itu, mengosongkan kandung kemih juga lebih baik dilakukan. Pasalnya, apabila penuh, maka dapat meningkatkan tekanan darah.
Pastikan Lengan pada Posisi yang Benar
Agar pengukuran tekanan darah lebih akurat, pastikan Anda memperhatikan posisi duduk.
Selama 5 menit pengukuran, Anda dianjurkan duduk pada posisi yang nyaman, tidak menyilangkan kaki dan pergelangan kaki, dan bersandar pada kursi.
Letakkan lengan Anda pada lengan kursi setinggi jantung. Bila perlu, Anda bisa menambahkan bantalan.
Pasang Manset Pengukur Tensi pada Kulit
Alat tensi harus menyentuh langsung kulit, tidak di atas lengan baju.
Selain itu, jangan sampai Anda menggulung lengan baju terlalu menekan pada kulit. Hal ini dapat menimbulkan tekanan yang dapat memengaruhi angka tensi darah.
Lakukan Pengukuran Ulang
Tunggu selama 1-3 menit setelah pengukuran tekanan darah pertama, kemudian ukur kembali. Bila perlu, Anda bisa mencatat hasilnya agar tidak lupa.
Sumber Klikdokter
















