Kota Pekalongan Meluncurkan Rumah Dataku Kampung KB

oleh

Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, meluncurkan “Rumah Dataku Kampung KB” yang menyajikan data-data terutama berkaitan dengan program keluarga berencana dan kesehatan seperti jumlah peserta KB, balita, dan data kasus kekerdilan anak (stunting) yang diperlukan masyarakat.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan KB Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Indria Susanti di Pekalongan, Sabtu (13/11/2021), mengatakan bahwa “Rumah Dataku ini bisa digunakan oleh siapa saja seperti untuk keperluan penelitian dan evaluasi ketercapaian KB.

“Rumah Dataku Kampung KB ini merupakan bagian tempat untuk mendapatkan data dan informasi, dimana data itu memiliki fungsi yang strategis yakni sebagai dasar untuk membantu membuat sebuah keputusan,” katanya.

INFO lain :  Warga Muncang Blokir Jalan Proyek Tol Pantura di Pemalang

Penyuluh KB Kelurahan Jenggot Beni Astiyani mengatakan sebenarnya keberadaan Kampung KB sudah ada sejak 2016 di Kelurahan Bandengan, kemudian disusul Kampung KB lainnya di Setono, Pasir Kraton Kramat, dan Jenggot.

“Semula wilayah kerja Rumah Dataku Kampung KB hanya di tingkat RT, kemudian berkembang ke tingkat kelurahan. Kebetulan, peluncuran Rumah Dataku Kampung KB di Jenggot juga dilakukan peluncuran Bazar Kuliner,” katanya.

INFO lain :  Ngamar di Hotel, 6 Pasangan Tak Resmi Dirazia Satpol PP. Ada Guru dan Bekas Muridnya

Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pekalongan Istiqomah menyambut baik adanya Kampung KB di Kelurahan Jenggot karena hal itu bisa menjadi kampung KB percontohan untuk kelurahan lainnya.

“Rumah Dataku adalah bagian dari kegiatan yang ada di Kampung KB. Tentunya, data dan informasi yang ada akan dibutuhkan dalam hal pembangunan di daerah ini,” katanya.

INFO lain :  Diduga Mesum, Sekelompok Remaja Digerebek Warga

Pihaknya mengapresiasi data dan informasi yang tersaji di dalam Rumah Dataku Kampung KB Kelurahan Jenggot karena dapat dimanfaatkan sebagai wahana belajar dan interaksi masyarakat melalui interaksi data.

“Ini sangat luar biasa, semua data-data sudah tersaji dengan baik. Jadi, jika sudah ada data acuan yang valid, kinerja instansi terkait maupun pemerintah akan lebih mudah mengerjakan tugasnya dalam menentukan kebijakannya,” demikian Istiqomah.

Sumber Antara