PDIP Jateng Berikan Pelatihan Hidroponik

oleh

Semarang – DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah memberikan pelatihan budi daya tanaman pangan secara hidroponik kepada kalangan ibu rumah tangga sebagai upaya meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan masyarakat.

“Peserta pelatihan tersebut adalah ibu-ibu yang notabene masih memiliki waktu luang di rumah. Kami menginginkan tak hanya diajari menanam, tapi diajari dari nol, diberi bantuan alat hingga pemasaran, dan cara berbisnisnya,” kata Bendahara DPD PDIP Jateng Agustina Wilujeng di Semarang, Minggu (28/3/2021).

Pelatihan yang berlangsung di kantor DPD PDIP Jateng itu dilakukan secara lengkap yakni mulai dari teknik menanam, merawat, diberikan alat tanam hingga cara menjual hingga berbisnis hasil tanaman hidroponik.

INFO lain :  Polda Jateng Perketat Penyekatan di Zona PPKM Darurat

Menurut Agustina, hidroponik dianggap sebagai metode yang tepat untuk menjaga ketahanan pangan, khususnya di wilayah perkotaan.

Bahkan di masa pandemi ini, lanjut dia, hasil tanaman hidroponik juga bisa diandalkan untuk menambah pemasukan keluarga.

Perempuan yang juga menjadi Ketua Panitia HUT Ke-48 PDI Perjuangan Tingkat Jateng itu menekankan agar pelatihan tidak hanya berhenti di teknik menanam hidroponik saja.

INFO lain :  KA Joglosemarkerto Diluncurkan

Melainkan bagaimana cara memasarkan hasil nantinya sehingga dalam hal ini Pemerintah Kota Semarang diminta untuk membuka pasar.

“Hendaknya dibuka pasar, ditemukan dengan pengusaha yang menjual sayur-sayur hidroponik. Saat ini kan banyak atau bahkan dipertemukan juga dengan restoran maupun hotel yang juga membutuhkan pasokan sayur,” ujar anggota DPR RI itu.

Ia menilai hal itu penting dan jika memungkinkan maka dibentuk lembaga bisnis yang bisa saja diurusi oleh karang taruna mengenai bagaimana pengemasan yang bagus, higienis, dan menarik.

INFO lain :  Koramil Fasilitasi Internet bagi Siswa untuk Belajar

Pihaknya juga membuka untuk pelatihan tahap selanjutnya dengan catatan, pelatihan diikuti oleh komunitas yang benar-benar berminat untuk budidaya hidroponik.

“Target pelatihan adalah ‘outcome-nya. Jangan sampai pelatihan ini sistemnya hanya pemerataan, sehingga pesertanya banyak namun setelah pelatihan ya selesai tidak ada keberlanjutan,” katanya.

Sumber Antara