Bupati Batang Siap Divaksinasi Bersama 2.554 Tenaga Medis

oleh

Bupati Batang Wihaji

Batang – Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengajukan 2.554 tenaga kesehatan untuk mendapat vaksinasi COVID-19 yang pertama kali karena mereka rentan terpapar dan sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan dan penyebaran virus corona.

“Ada 2.554 tenaga kesehatan yang akan diajukan untuk mendapat vaksinasi COVID-19. Saya sendiri juga siap untuk divaksin yang pertama kalinya,” kata Bupati Batang Wihaji usai memberikan bantuan pada warga tidak mampu di Batang, Senin (4/1/2021).

Kendati demikian, kata dia, bagi orang yang akan mendapat vaksinasi COVID-19 harus memenuhi persyaratan seperti kormobit atau tidak, alergi terhadap vaksin atau tidak, dan umur.

INFO lain :  Wabup Batang Jadi Irup Gelar Pasukan Operasi Patuh Candi 2018

Bupati Wihaji yang didampingi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batang Nur Untung Slamet mengatakan bahwa saat ini pemkab masih menunggu distribusi vaksin Sinovac dari pemerintah pusat kapan akan dibagikan ke daerah.

“Karena belum ada surat resmi, kami masih menunggu, jika sudah ada petunjuk dari pemprov akan dilakukan langkah-langkah apa disiapkan. Semoga saja dalam minggu ini sudah ada pemberitahuan,” katanya.

INFO lain :  Edarkan Togel di Poskamling, Gopil Ditangkap Polsek Kedungwuni

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Muchlasin mengatakan bagi tenaga kesehatan yang akan mendapatkan vaksinasi Covid-19 telah menerima pesan singkat dari Kementerian Kesehatan tetapi untuk pelakanaannya masih masih menunggu proses distribusi.

“Informasi yang kami terima, pengiriman vaksin COVID-19 dari pemerintah sudah diterimakan pada Dinas Kesehatan Jawa Tengah,” katanya.

Ia mengatakan sesuai instruksi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo penjadwalan distribusi vaksin kepada penerima semula akan dilakukan mulai 21 Januari 2021 diajukan pada 14 Januari 2021. Tujuannya untuk percepatan pemulihan pandemi COVID-19 di daerah.

INFO lain :  Pasar Simbang Batang Terbakar, Lima Kios Pedagang Ludes

Dinkes, kata dia, sudah menetapkan 26 lokasi sebagai tempat vaksinasi yaitu 21 puskesmas, tiga rumah sakit, dan dua klinik dengan persyaratan mempunyai alat “Cold Chain” sebagai tempat penyimpanan khusus COVID-19.

“Adapun terkait persiapan penyaluran vaksin, kami sudah sangat siap karena beberapa langkah awal sudah dilakukan seperti pelatihan petugas vaksin yang terdiri atas dua orang dari Dinkes dan 43 petugas puskesmas, di antaranya dokter, perawat, dan bidan,” katanya.

Sumber Antara