JAKARTA – Kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia kembali bertambah pada Senin (23/11), yakni ebanyak 4.442 kasus.
Total kasus corona di Indonesia per hari ini mencapai angka 502.110 seperti dilansir dari laman covid19.go.id.
Sejauh ini, pemerintah mengumumkan penambahan pasien sembuh ada 4.198, total ada 422.386 orang dinyatakan sembuh.
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyampaikan, terjadi kenaikan jumlah kasus Covid-19 dalam beberapa hari terakhir ini.
Selain disebabkan masa libur panjang, kenaikan kasus juga disebabkan pelanggaran protokol kesehatan, seperti kerumunan massa, terutama di daerah Bandara Soekarno-Hatta, Petamburan, Slipi, Tebet Timur, serta Megamendung, Kabupaten Bogor.
Seluruh daerah tersebut diketahui merupakan kegiatan kerumunan dari acara Imam Besar FPI Rizieq Shihab. “Sejumlah kasus yang ikut menambah terjadinya kasus selama libur panjang adalah kegiatan-kegiatan kerumunan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir,” ucap Doni saat konferensi pers usai rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (23/11).
Satgas meminta, seluruh masyarakat yang ikut dalam kegiatan kerumunan besar tersebut secara sukarela melakukan tes swab yang telah disiapkan pemerintah daerah. Ia menjamin, pemeriksaan diberikan secara gratis kepada masyarakat.
“Hal ini sangat penting agar bisa sesegera mungkin diketahui apakah mereka yang ikut kerumunan terpapar atau tidak,” tambah Doni.
Jika hasil pemeriksaan tes swab diketahui positif terpapar Covid, Doni meminta masyarakat mengikuti prosedur kesehatan, yakni dengan melakukan isolasi mandiri secara personal maupun ke fasilitas isolasi yang telah disiapkan pemerintah. Upaya ini merupakan langkah untuk melindungi kesehatan masyarakat.
Ia mengatakan, berdasarkan pengalaman selama delapan bulan menghadapi pandemi ini, pasien dengan gejala ringan akan mengalami kesembuhan hingga 100 persen dengan angka kematian nol persen. Sedangkan, pasien dengan gejala sedang memiliki angka kematian hingga 2,6 persen.
Pasien dengan gejala berat memiliki angka kematian hingga 5,5 persen dan jika pasien masuk ke dalam fase kritis, angka kematiannya menjadi sangat tinggi, yakni 67,4 persen.
“Inilah tugas kita semua untuk menyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat agar secara sukarela bersedia melakukan pemeriksaan swab, apakah PCR atau antigen,” kata dia.(rta)
















