BATANG – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang, Ulul Azmi mengatakan, dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam, pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan, antara lain pengadaan logistik pangan dan nonpangan.
“Saat ini, situasi masih dalam kondisi siaga darurat mulai 1 Oktober 2020 hingga Juni 2021. Untuk itu, Pemkab Batang telah menyiapkan anggaran sebesar Rp800 juta. Apabila nanti ada tanggap darurat, menggunakan Dana Tak Terduga (DTT),” terangnya, Rabu (4/11).
Ulul menjelaskan, pihaknya sudah memetakan beberapa titik rawan kemungkinan terjadinya bencana. Di antaranya wilayah pantura yang rawan banjir seperti Batang Kota, tiga desa di Kecamatan Tulis, lima desa di Kecamatan Gringsing dan dua desa di Kecamatan Kandeman.
“Untuk wilayah selatan yang rawan longsor terdapat di lima kecamatan yakni Tersono, Bawang, Blado, Bandar dan Reban,” terangnya.
Lebih lanjut Ulul memaparkan, berdasarkan kajian risiko bencana, terdapat sembilan ancaman bahaya yaitu banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin puting beliung, kebakaran hutan, gunung berapi, gelombang tinggi, kekeringan dan gempa bumi.
“BPBD telah bersinergi dengan Layanan Panggilan Darurat 112 selama 24 jam, untuk memberikan pananganan cepat, jika terjadi bencana. Masyarakat juga dapat memanfaatkan posko yang telah disiapkan di kantor BPBD dan tiap-tiap kecamatan.
Fenomena La Nina dapat memunculkan cuaca ekstrem, yang sempat menimbulkan angin puting beliung di Bandar dan Blado hingga menerbangkan genting dari 62 rumah warga,” ungkapnya.
Ia menambahkan, untuk mengantisipasi pergerakan tanah di Desa Jolosekti, BPBD telah memasang Early Warning System (EWS) sehingga setiap saat dapat diketahui kondisi terbaru.
“EWS yang dipasang ada di Desa Gerlang, Pranten, Deles, Jolosekti dan Alat Pendeteksi Gempa dari BMKG di Gringsing,” tandasnya.
Kapolres Batang, AKBP Edwin Louis Sengka menyampaikan, Polres Batang bersama Kodim Batang segera membangun posko terpadu dengan Forkopimda dan Muspika.
“Di pemda ada 15 kecamatan dan untuk Polres terdapat 12 Polsek. Sehingga kami juga menyiapkan beberapa posko terpadu dalam proses pengamanan tanggap bencana,” bebernya.
Kasdim 0736/Batang Mayor Kav Hariyono menyarankan, semuanya harus disiapkan secara maksimal. Seperti peralatan, personel dan pelatihannya.
“Mudah-mudahan dengan persiapan yang matang, kita siap turun menangani secara cepat,” katanya.(ida)
















