21 Puskesmas Dioptimalkan Kejar Tes PCR

oleh
oleh

BATANG – Sebanyak 21 Puskesmas yang tersebar di Kabupaten Batang, akan dimaksimalkan agar bisa melakukan tes Polymerase Chain Reaction (PCR).

Sehingga diharapkan seluruh warga di wilayah Kabupaten Batang bisa ditangani dalam menjalani tes deteksi Covid-19 tersebut.


Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batang Muchlasin mengatakan, pihaknya dalam pelaksanaan testing PCR akan melibatkan 21 puskemas yang tersebar di seluruh kabupaten agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat di semua wilayah.


“Semua (puskesmas) melakukan itu di wilayahnya masing-masing, nanti kita intruksikan Puskesmas ada target tertentu supaya bisa testing PCR,” terang Muchlasin, Kamis.(8/10).

INFO lain :  1 Anggota Bawaslu Reaktif Saat Rapid Test. Ini yang Dilakukan Gugus Tugas

Menurutnya, testing PCR ditujukan untuk orang-orang yang berisiko, utamanya usia lanjut, memiliki penyakit penyerta seperti penderita diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung. Selain itu, ibu hamil juga termasuk memiliki faktor risiko sehingga diprioritaskan untuk tes PCR.

Bagi warga usia lanjut, tambahnya, akan menjalani cek untuk penyakit diabetes. Jika terdeteksi atau berpotensi memiliki penyakit gula tersebut, maka akan dilanjutkan tes PCR.


“Kita tegaskan untuk testing itu tidak ada biaya yang harus dikeluarkan untuk yang diperiksa alias gratis,” tegasnya.

INFO lain :  5,8 Juta Warga Jawa Tengah Belum jadi Peserta JKN


Dia menilai, sekarang ini sudah banyak orang yang sadar akan kesehatannya dengan memeriksakan diri untuk tes PCR. Hal ini dilakukan atas inisiatif.

“Mereka tidak malu untuk melakukan periksa PCR. Kita sudah sosialisasikan, itu bukan merupakan aib melainkan untuk melindungi keluarga kita sendiri,” katanya.


Dia menuturkan, sekarang ini muncul klaster baru yang ada di Kabupaten Batang, seperti Pondok Pesantren Slamet, serta klaster keluarga di Jrakahpayung dan Tegalsari. Di Tegalsari, tambahnya, terdapat empat orang positif, di antaranya ada yang bekerja di salah satu pabrik swasta terbesar di Kabupaten Batang.

INFO lain :  Longsor di Desa Menawan Kudus Akibatkan Dua Rumah Warga Rusak

Dari keempat orang tersebut, tiga orang berstatus tanpa gejala melakukan isolasi mandiri, dan satu orang dirawat di rumah sakit.


“Munculnya klaster baru kasus positif Covid-19 membuat Dinkes Batang terus berupaya memaksimalkan tes PCR dan tracking. Jadi kita melakukan tes PCR dengan target 111 orang setiap hari sesuai target dari Gubernur Jawa Tengah, sehingga setiap minggunya harus tercapai 777 orang,” pungkasnya.(mif)