KARANGANYAR – masuk Candi Sukuh di Desa Berjo, Ngargoyoso dan Candi Ceto di Desa Gumeng, Jenawi Kabupaten Karanganyar mulai memberlakukan sistem e-ticketing.
Sistem pembayaran non tunai ini menguntungkan pengelolaan transparan dan akuntabel serta efektif memutus rantai penyebaran Covid-19.
Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan, pemerintah selalu berupaya mengurangi tingkat kebocoran di PAD. “Dengan teknologi, itu menjadi salah satu solusinya,” katanya, Minggu (4/10).
Lagipula Karanganyar masuk smart city mulai 2021. Dengan sistem ini, dapat menghimpun data transaksi pengunjung obyek wisata secara real time.
“Kami juga sedang menyajikan pariwisata secara virtual meski belum semua obyek masuk. Terkait e-ticketing ini, sebenarnya lima obyek yang potensial digarap. Namun baru dua obyek saja yang terealisasi,” jelasnya.
Ia mengatakan pengadaan sistem tersebut sepenuhnya dibiayai MKP Mobile. Hanya saja, ia akan memperkuat sinyal internet yang menjadi sarana pokok layanan tersebut di obyek wisata.
Mintra tiket, Irfan Imran Burhan mengatakan, perusahaannya menyediakan sistem pembayaran nontunai metode scan QRIS di ponsel pintar. Cara ini menyetop pemakaian uang tunai pada transaksi di obyek yang dikerjasamakan.
“Pengunjung obyek wisata dapat dengan mudah mengunduh DOKU e-Wallet versi terbaru melalui Google Play dan App Store, untuk kemudian mengaktifkan fitur QRIS di dalamnya. Setelah diproses, saldo akan berkurang. Pengunjung kemudian diberi tiket yang harus discan di gate candi. Satu tiket per orang,” tandasnya. (kar)















