14 Poliklinik Tutup Total

oleh
oleh

SRAGEN – Sebanyak 14 poliklinik di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen, Jawa Tengah ditutup sementara.

Pelayanan rawat jalan di rumah sakit (RS) tersebut juga dihentikan mulai Senin (7/9/2020) sampai hasil swab test Covid-19 seluruh tenaga kesehatan (nakes) keluar.

Penutupan tersebut dilakukan direksi RSUD Sragen sebagai upaya pencegahan persebaran Covid-19. Tiga orang direksi RSUD Sragen melaporkan kebijakan tersebut ke Bupati Sragen.

Tiga orang itu terdiri atas Direktur RSUD Sragen dr Didik Haryanto didampingi Wakil Direktur Pelayanan dan Mutu RSUD Sragen dr Joko Haryono dan Wakil Direktur Umum RSUD Sragen dr Udayanti.

Joko Haryono menjelaskan ada 14 poliklinik yang ada di RSUD Sragen untuk sementara ditutup sehingga pelayanan rawat jalan juga dihentikan. Poliklinik yang masih dibuka adalah pelayanan pengambilan obat, kemoterapi, dan cuci darah.

INFO lain :  325 Pelanggar Kendaraan Bermotor Knalpot Brong di Sukoharjo Ditindak

“Kemoterapi dan cuci darah itu harus rutin dilakukan sehingga tetap buka pelayanan. Selain itu, Instalagi Gawat Darurat (IGD) umum dan IGD PONEK [Pelayanan Obstetric Neonatal Emergensi Komprehensif] juga masih tetap buka. Termasuk pelayanan pasien sebanyak 140 orang di bangsal juga tetap berjalan,” ujar Joko yang juga diamini Didik Haryanto dan Udayanti.

Joko menerangkan setiap hari ada 200-an pasien rawat jalan yang datang pelayanan di seluruh poliklinik tersebut. Dia mengatakan semua poliklinik itu ditutup mulai Senin ini dan sampai hasil swab test keluar.

INFO lain :  Mandiri Energi dari Kotoran Sapi

Dia berharap hasil swab test bisa secepatnya keluar. Sebelumnya, ada 400 orang nakes di RSUD Sragen yang menjalani swab test massal secara bertahap.

Dari ratusan nakes tersebut, sebanyak 40 orang di antaranya dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 per Sabtu (5/9/2020). Mereka kini diisolasi mandiri di Bangsal Teratai dan Wijaya Kusuma RSUD Sragen.

“Kami sudah sosialisasikan kebijakan itu kepada publik lewat media sosial dan dari mulut ke mulut lewat jaringan nakes di RSUD Sragen. Selain itu, kami juga memasang tanda pengumuman penutupan poliklinik dan layanan rawat jalan di seluruh poliklinik per Senin. Pengumuman itu ditempel di pintu gerbang utama pelayanan rawat jalan,” jelasnya.

INFO lain :  Seluruh Sekolah Diliburkan

Untuk jaga-jaga supaya tidak ada warga yang kecele datang ke poliklinik, kata Joko, RSUD Sragen sudah menempatkan petugas keamanan untuk menyampaikan informasi kepada setiap orang yang datang.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan karena banyak nakes yang positif Covid-19 di RSUD Sragen maka perlu dilakukan penutupan poliklinik.

Penutupan poliklinik itu, jelas dia, dilakukan untuk upaya sterilisasi dan membersihkan lokasi sebagai upaya pencegahan persebaran Covid-19.