SEMARANG – Ketua Tim Penggerak PKK Jateng Siti Atikoh Ganjar Pranowo menyebut, perempuan khususnya di Indonesia selalu lekat dengan peran ganda. Setinggi apa pun karier pekerjaannya, tetap tak lepas dari tugas domestik.
Seperti mendidik anak, mengerjakan tugas rumah, hingga pengatur perekonomian keluarga. Namun, hal tersebut justru menjadi keuntungan tersendiri di masa pandemi.
“Nah inilah saatnya kita rekrut anggota keluarga kita untuk melakukan pekerjaan rumah. Seperti anaknya dibagi tugas mencuci piring, ayahnya juga diberi porsi. Dengan ini kita bisa saling bekerja sama, serta mengurangi konflik ketika di rumah,” ujarnya, Kamis (2/7).
Selain itu, perempuan juga bisa menjadi pengajar di lingkungan rumah. Mereka diharapkan belajar hal-hal baru, khususnya pencegahan Covid-19 untuk anggota keluarga.
“Sosok perempuan juga sangat berperan sebagai penguat pasangannya. Ketika suami di-PHK (putus hubungan kerja), perempuan bisa memanfaatkan ketrampilan seperti memasak untuk take over perekonomian keluarga,” imbuhnya.
Akan tetapi, untuk melakukan semua itu, perempuan juga wajib memiliki waktu pribadi. Dengan meluangkan waktu untuk diri sendiri, beban tersebut bisa disalurkan untuk kegiatan yang berguna. Seperti berolahraga, berkebun, membaca, dan hobi-hobi yang bermanfaat.
“Yang menguatkan perempuan adalah tanggung jawab itu. Saya nggak boleh sakit, saya nggak boleh nglokro, kalau nglokro anak saya bagaimana. Saya punya tanggung jawab besar memberikan influencer ke anak dan lingkungan, makanya harus bahagia dan kuat dulu,” ungkap ibu satu anak ini.
Ia juga mengimbau perempuan untuk mengurangi porsi berita negatif terkait Covid-19. Lebih baik banyak membaca atau melihat informasi yang bersifat pengembangan diri dan ketrampilan.
“Jangan lupa, ketika memperoleh berita apapun saring dulu. Jangan karena emosional langsung di-share. Pahami beritanya dan pastikan sumbernya,” urainya.
Pada kesempatan kali itu, Atikoh juga mengajak sektor-sektor yang terdampak Covid-19 perlahan bangkit. Seperti sektor pariwisata yang diajak untuk senantiasa melakukan inovasi, berdasarkan protokol kesehatan.
Untuk sektor UMKM, Atikoh minta agar mengakrabkan diri dengan dunia digital, seperti marketplace atau bisa juga memanfaatkan jejaring whatsapp untuk berjualan.
“Saat ini bisnis di bidang sayuran organik sedang bagus. Selain itu usaha terkait makanan yang dipromosikan via whatsapp juga banyak. Ada juga yang berinovasi di sisi fesyen dengan membuat masker secara custom,” bebernya.(mht)















