Tegal – Kerusakan jalan akibat proyek tol yang terjadi di sejumlah ruas wilayah Desa Kendayakan, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal dikeluhkan warga. Bahkan atas kondisi itu memicu kemarahan warga setempat.
Akses jalan desa itu rusak akibat mobilitas dump truck pengangkut tanah uruk jalan tol Trans Jawa Pejagan-Pemalang. Warga yang kecewa menggelar aksi unjuk rasa dengan memblokade tol di seksi III dan seksi IV itu, Jumat (4/5/2018).
Mereka menuntut perbaikan jalan di wilayah tersebut secepatnya. Aksi puluhan warga itu dilakukan dengan membentangkan spanduk di atas keranda mayat.
Dalam aksinya, warga meletakan keranda di tengah jalan tol dan menghentikan kendaraan yang melintas. Sejumlah pekerja proyek PT Waskita Karya, kontraktor pembangunan jalan tol seksi III dan IV juga dihentikan.
Warga mendesak perbaikan akses jalan ke makam Soka Dana Kendayakan. Warga menilai, selama ini, akses jalan ke makam rusak karena dilewati kendaraan dump truk yang membawa tanah uruk jalan tol.
Kepala Dusun Kebandingan Desa Kendayakan, Kecamatan Warureja, Kusriyanto mengatakan, aksi unjuk rasa juga dipicu janji perbaikan dari PT Waskita yang belum terealisasi.
“Tapi sampai sekarang belum ada pengerjaan, sehingga warga sudah tidak bisa dibendung untuk tidak demo,” katanya.
Warga menginginkan agar akses jalan di bawah jalan tol atau terowongan dicor dan dibuatkan saluran air. Sebab kondisinya membahayakan, terutama jika turun hujan. Selain itu, warga menuntut normalisasi saluran air di kanan kiri jalan tol untuk mencegah banjir.
“Jalan itu merupakan satu-satunya akses ke makam Soka Dana. Kondisinya membahayakan karena becek dan licin. Padahal selain pemakaman umum, setiap tahun juga ada haul Mbah Soka Dana yang diadakan di kompleks makam,” ujarnya.
Sementara atas aksi itu, perwakilan PT Waskita Karya menyatakan akan memenuhi tuntutan warga. (edi)
















