JAKARTA – Komisioner KPU, Hasyim Asyari, mengatakan pihaknya mengharapkan dukungan terkait kebutuhan sarana kesehatan dalam pelaksanaan tahapan Pilkada serentak.
Tetapi dukungan alat kesehatan yang diharapkan lebih baik bentuk barang dibandingkan dalam bentuk kucuran dana untuk dibelanjakan.
“Harapan KPU itu dalam situasi seperti ini KPU sebagai penerima manfaat. Yang penting barangnya ada. Fasilitasnya ada. Bisa digunakan untuk KPU. KPU tidak berharap kemudian mendapat gelontoran dana,” ujar dia, dalam diskusi daring, Rabu (10/6).
Alasannya, jelas dia, terkait dengan proses pembelanjaan kebutuhan yang tentu tidak mudah dilakukan di tengah pandemi Covid-19. Apalagi proses pengadaan barang yang tidak yang tidak sederhana.
“Yang namanya pengadaan barang itu kan tidak kemudian kita seperti pribadi-pribadi pergi ke toko lalu beli barang. Tidak bisa. Atau belanja online tinggal klik kita bayar nanti barang dikirim. Kan tidak seperti itu,” katanya.
“Ada proses nya. Kalau ada masa sanggahnya segala macam, belum tentu tersedia tahapan harus mulai. Ini kan repot juga. Intinya kalau memang tahapan dimulai maka syarat yang diajukan KPU adalah kesiapan alat, perlengkapan, sesuai dengan protokol Covid-19. Kita harapkan disiapkan oleh pemerintah,” imbuhnya.
Sejauh ini, KPU sudah menyampaikan kebutuhan alat kesehatan yang diperlukan dalam pelaksanaan tahapan Pilkada serentak. Berikut besaran total dana yang diperlukan untuk belanja kebutuhan tersebut.
“KPU sudah siapkan keperluannya apa. Volume, jumlah, segala macam itu berapa biayanya berapa dan kalau diangkakan itu uangnya berapa. Tapi sekali lagi yang kita pahami KPU digelontorkan uang tentu tidak tapi intinya kapan mau digunakan tersedia,” tandasnya.
Sumber : Merdeka
















