Tutup Tol, Warga Brebes Korban Banjir Protes

oleh

Brebes (Infoplus) – Aksi unjuk rasa, protes akibat banjir dilakukan sejumlah warga di beberapa desa di Kabupaten Brebes, Rabu (21/2). Unjuk rasa digelar di ruas jalan tol antara Brebes Timur dan Brebes Barat.

Mereka berasal dari Desa Krasak, Lembarawa, Kalimati dan beberapa desa lain itu adalah korban banjir yang terjadi beberapa hari lalu hingga. Banjir melanda pemukiman dan menggenangi rumah-rumah warga.

Protes warga digelar di tol karena warga menuding, banjir yang menimpanya disebabkan karena saluran buangan di jalan tol. Warga yang dalam aksinya menutup ruas jalan tol antara Brebes Timur dan Brebes Barat.

INFO lain :  PGOT di Semarang Tinggi. Dua Minggu 78 Diamankan

Akibat aksi massa ini, ruas tol dari Brebes Timur hingga ke arah barat ditutup sementara. Sejumlah kendaraan yang terlanjur melintas terpaksa memutar balik.

Aksi dilakukan sebagai bentuk protes karena kesal dengan pengelola tol yang tidak segera membenahi saluran dan kerap menimbulkan banjir.

“Akibat saluran tol, banjir juga menggenangi ratusan hektare sawah mereka sehingga menimbulkan banyak kerugian,” kata Sahroni, salah satu warga asal Desa Krasak di sela aksi.

Warga meminta dibangunnya jembatan besar di atas Sungai Sigeleng dan bukan bentuk gorong-gorong kecil. Menurutnya, terowongan itu debit airnya kecil, dana saat hujan turun, tidak mampu menampung.

INFO lain :  Rp92 Miliar untuk Bayar Tanah Jalur Tol Solo-Yogya

“Apalagi kalau sungai jebol seperti kemarin. Rumah rumah disini tenggelam dan sawah sawah pada rusak. Kerugian sampai Rp 17 miliar,” ujar Sahroni.

Warga meminta agar PT Waskita Karya bertanggungjawab terhadap kondisi itu. Pengelola jalan tol agar segera melakukan pembenahan terhadap gorong gorong di Sungai Sigeleng.

Diakuinya, saat ini, saluran buangan untuk aliran sungai Sigeleng terdiri dari dua bok cluvert masing-masing berukuran lebar 1,5 tinggi 2 meter dan panjang 7 meter. Sedangkan lebar sungai ada yang mencapai 10 meter sehingga box cluvert yang terpasang kurang mampu menampung buangan air sungai karena hanya memiliki lebar 3 meter. Agar lancar, minimal dipasang 4 box cluvert sehingga lebar saluran buangan mencapai 6 meter.

INFO lain :  Toko Suku Cadang dan Bengkel Motor Dingatkan Tak Jual Knalpot "Brong"

Direktur Pejagan Pemalang Tol Road (PPTR), Mulya Setiawan mengaku akan melakukan survey bersama untuk menghitung ulang. Mulya Setiawan sendiri mengakui buangan yang ada di bawah jalan tol ini terlalu sempit sehingga tidak bisa mengalirkan air dari sungai secara maksimal.

“Kami akan hitung ulang. Kalau memang keliru akan diperbaiki. Namun perbaikkan seperti apa tergantung hasil kajian bersama,” kata dia. edi