KARANGANYAR – Obyek wisata Telaga Madirda di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, diubah menjadi tempat karantina para pemudik. Di lokasi ini, dibangun tenda-tenda di tepian telaga.
Kepala Desa Berjo, Ngargoyoso Suyatno mengatakan, sesuai anjuran pemerintah, pemudik wajib mengisolasi diri selama 14 hari usai tiba di kampung halaman. Mereka juga wajib memeriksakan kesehatannya di puskesmas.
“Agar tidak bosan selama isolasi, maka kita siapkan tempat karantina seperti ini,” katanya, Jumat (8/5).
Selain itu, kata dia, pemandangan alam yang indah di lokasi, akan memberikan suntikan pikiran positif, sehingga menjaga imun tubuh tetap aman. Obyek wisata di lereng Lawu ini tak lagi seperti dulu yang selalu ramai pengunjung.
“Ada 12 tenda yang kami sediakan. Jadi, pemudik tidak bisa langsung pulang ke rumah keluarganya di desa. Mereka setelah memeriksakan diri di Puskesmas, langsung menuju ke Telaga Madirda. Tersedia fasilitas MCK, musala dan tenda buat tidur. Kalau untuk makan sehari-hari, rumah keluarganya berdekatan. Kami juga menyediakan tempat jenguk pemudik,” terangnya.
Para anggota karang taruna bertugas menjaga pintu masuk desa di lima lokasi. Mereka mendata pemudik dan tamu-tamu sekaligus mengecek suhu tubuhnya dengan thermo gun.
“Seluruh upaya ini demi mencegah Covid-19 menyebar ke desa kami. Semoga pandemi segera berkesudahan,” katanya.
Sejak Pulau Karantina dibuka pada Selasa (5/5), sudah ada pemudik dari Bekasi memanfaatkannya. Pemudik itu dengan legawa mematuhi aturan desa demi bisa berlebaran dengan keluarganya di kampung halaman.
“Kebutuhan dana diambil dari Alokasi Dana Desa sesuai arahan dari pemerintah,” tandasnya. (mht)
















