SOLO – Konsumsi bahan bakar avtur di Bandara Adi Soemarmo Surakarta turun hingga 50 % seiring dengan pengurangan intensitas penerbangan di bandara tersebut.
Manager Communication dan CSR Pertamina MOR IV Anna Yudhiastuti mengatakan, penurunan sekitar 50 % dari rata-rata harian ini terjadi di bulan Februari 2020, yakni dari 45 kiloliter menjadi 20 kiloliter/hari di bulan April.
“Meski terjadi penurunan konsumsi, kita tetap menjaga stok kebutuhan bahan bakar sebagai upaya antisipasi jika dibutuhkan,” katanya, Senin (20/4).
Saat ini stok avtur di Pertamina MOR IV berkisar di angka 10.000 kiloliter dan ketahanan stoknya mencapai 36 hari. Dari angka tersebut Pertamina memastikan kebutuhan avtur untuk Pertamina MOR IV tetap terjaga.
Sementara itu, lanjutnya, penurunan konsumsi avtur tidak hanya terjadi di Bandara Adi Soemarmo tetapi juga di bandara lain yang ada di wilayah MOR VI, yaitu Bandara Ahmad Yani, Semarang dan Adi Sucipto, Yogyakarta.
Berdasarkan data, penurunan tertinggi terjadi di Bandara Adi Sucipto Kota Yogyakarta yang sebelumnya rata-rata di bulan Februari adalah 180 kiloliter/hari dan saat ini turun menjadi 20-50 kiloliter/hari.
“Sedangkan penurunan konsumsi avtur di Bandara Ahmad Yani sama dengan di Adi Soemarmo yaitu sekitar 50 persen, dari 100 kiloliter/hari menjadi 50 kiloliter/hari,” tandasnya. (mht)
















