BATANG – Pemkan Batang mengalokasikan anggaran normalisasi Sungai Sambong sebesar Rp100 miliar sebagai upaya mengantisipasi banjir di daerah setempat
Bupati Batang Wihaji mengatakan, penyebab banjir yang melanda daerah ini karena kondisi sungai terjadi sedimentasi sehingga air meluap ke permukiman penduduk.
“Normalisasi Sungai Sambong sudah ada anggaran Rp100 miliar yang sudah masuk Perpres dan rencananya pada 2021 dikerjakan. Namun, untuk sungai lainnya seperti sungai Gabus belum bisa ditangani karena kewenangannya ada di Provinsi Jateng,” ujarnya, Minggu (8/3).
Saat ini, kata Wihaji, kondisi sungai Gabus penuh dengan tanaman enceng gondok sehingga hal itu mengganggu aliran sungai.
“Kami sudah menyampaikan pada Pemprov Jateng terkait kondisi sungai Gabus yang mendesak untuk bisa segera dinormalisasi. Oleh karena, sementara ini, kami berharap pada warga bisa bekerja bakti untuk menyingkirkan enceng gondok yang ada di sungai itu,” sebutnya.
Beberapa warga yang berada di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Gabus mengatakan selama ini banjir yang melanda permukiman warga Desa Denasri karena sungai itu sudah terjadi sedimentasi.
“Oleh karena, jika terjadi hujan deras maka sungai Gabus akan meluap dan menggenangi permukiman warga yang berada di sekitar DAS Gabus. Kami berharap pemkab segera melakukan normalisasi sungai itu,” tandasnya. (mht)
















