Ilustrasi warga yang mengungsi karena khawatir longsor
Banjarnegara (Infoplus) – Longsor masih mengancam sejumlah daerah di Kabupaten Banjarnegara. Mengantisipasi timbulnya korban, sejumlah warga terpaksa diungsika
Ratusan warga Dusun Sawangan Desa Sirongge Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara mengungsi. Hal ini karena rumah yang mereka tempati terancam tanah longsor.
“Ada sebanyak 382 jiwa warga yang mengungsi. Mereka mengungsi di rumah saudaranya ada juga yang sampai ke desa lain,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Arief Rahman, Minggu (11/2/2018).
Arief menjelaskan warga khawatir karena jarak tanah longsor dengan permukiman warga sekitar 200 meter. Bahkan, di sekitar pemukiman tanah sudah mulai retak-retak.
Longsor terjadi pada Sabtu (10/2) malam. dan karena warga takut akan meluas sehingga mengungsi.
Kini ratusan warga mengungsi di 8 titik pengungsian di rumah kerabatnya yang dianggap aman. Namun demikian, ia akan melakukan pengecekan di titik-titik pengungsian tersebut. Sebab berdasarkan informasi yang diterima ada satu rumah yang dihuni 40-50 jiwa pengungsi.
“Rencananya akan disebarkan lagi agar lebih layak,” kata dia.
Adapun untuk kesiapan logistik untuk pengungsi, Arief menuturkan persediaan logistik di gudang BPBD sudah dikirim ke lokasi. Selain itu juga ada bantuan dari Dinsos dan PMI Banjarnegara yang sudah mendirikan dapur umum.
“Pelayanan kesehatan juga disediakan dan dikoordinasikan dengan Puskesmas setempat dibantu PMI,” ujarnya.
Seorang warga, Sirongge Rukayah mengatakan, terpaksa mengungsi karena takut dampak longsor akan semakin meluas. Apalagi, di belakang rumahnya tanah sudah mulai retak. Intensitas hujan yang masih cukup tinggi menambah ketakutan warga.
“Saya langsung buru-buru mengungsi tidak sempat mengemasi barang-barang,” tuturnya.edi















