SOLO – Jaladara, kereta api uap wisata andalan Pemkot Surakarta kini punya lokomotif baru. Sebuah lokomotif uap produksi Jerman tiba di Stasiun Purwosari Solo, Kamis pekan lalu.
Kedatangan lokomotif bernomor lambung D1410 tersebut, diharapkan menjadi pendamping bagi gerbong Jaladara sebagai ikon wisata Kota Bengawan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Hari Prihatno mengattakan, lokomotif ini akan digunakan bergantian dengan lokomotif Jaladara.
“Mungkin juga bisa dioperasikan jika rencana perpanjangan rute kereta api uap wisata hingga Wonogiri terealisasi,” ujarnya, Senin (10/2).
Lokomotif baru tersebut menjadi bukti kesuksesan Pemkot Surakarta mendatangkan lokomotif cadangan bagi Jaladara. Terdiri dari sebuah lokomotif kuno berusia 124 tahun dan dua gerbong kayu, Jaladara menyuguhkan nostalgia melalui city tour menyusuri rel peninggalan Belanda yang membelah pusat kota Surakarta.
Namun, usia lokomotif lawas yang lebih dari satu abad tersebut membuat kemampuannya kian menurun.
Perawatan demi perawatan semakin kerap dijalani lokomotif berseri C1218 tersebut, agar tetap bisa dioperasionalkan sesuai peruntukkannya.
Jika sudah masuk ruang perawatan, otomatis pelayanan wisata sepur kluthuk terhenti. Padahal jumlah trip kereta Jaladara dalam setahun bisa mencapai 80 kali.
Kedatangan lokomotif baru tersebut, menurut Hari, memudahkan pengelola Jaladara untuk menyusun jadwal pemeliharaan kereta.
“Bahkan, dengan adanya lokomotif pengganti maka kemungkinan untuk menambah jumlah perjalanan sepur kluthuk ikut terbuka, lantaran lokomotif tambahan itu lebih kuat dibanding lokomotif Jaladara,” bebernya.
Opsi pengembangan wisata sepur kluthuk pun kian bervariasi, karena Pemkot akan menerima gerbong inspeksi dan gerbong pertemuan (meeting) dari PT KAI dalam waktu dekat.
“Yang pasti, lokomotif baru itu sudah disiapkan menjadi salah satu penyemarak perayaan Hari Jadi ke-275 Kota Solo pada bulan ini,” tandasnya. (mht)















