Pedagang Bermobil Rugikan Pedagang Pasar Klewer

oleh
oleh

SOLO – Pemerintah diminta menertibkan pedagang bermobil karena merugikan para pedagang yang berjualan di dalam pasar.

Pengurus Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK) Surakarta Tavip Harjono mengatakan, saat ini jumlah pedagang bermobil luar biasa banyaknya, bahkan hampir menyaingi pedagang yang ada di dalam pasar.

“Awalnya pedagang bermobil tersebut hanya berjualan pada Senin dan Kamis, namun seiring dengan berjalannya waktu, saat ini mereka menambah hari yaitu Selasa, Rabu, dan Sabtu,” ujarnya, Kamis (6/2).

INFO lain :  Dari Youtube, Dua Pelaku Pecah Kaca Mobil Beraksi

Tavip pun membeberkan, untuk jam berjualan, pedagang di Pasar Klewer rata-rata mulai jam 07.00-17.00 WIB. Sementara untuk pedagang bermobil ini bisa mulai sebelum Subuh.

“Dan kalau dagangan mereka masih, jualannya bisa sampai Pasar Klewer tutup,” sebutnya.

Ia mengatakan para pedagang bermobil juga mulai mendominasi tempat parkir yang seharusnya untuk pengunjung, yaitu totalnya ada lima titik parkir yang digunakan untuk berjualan.

INFO lain :  Bayi Lucu Tega Dibuang, Dibungkus Kardus dan Dikerubuti Semut

“Rata-rata satu lokasi parkir ada 20-35 mobil di situ. Satu mobilnya ada 5-7 pedagang. Kalau itu dikalikan kan jumlahnya sangat banyak,” bebernya.

Ia mengatakan masing-masing pedagang rata-rata membawa dagangan dengan nilai Rp10 juta/hari. “Kalau ini dikalikan, kita ambil rata-rata minimal saja kan satu mobil dapat omzet Rp50 juta,” katanya.

INFO lain :  Pensiunan PNS Ditangkap Usai Curi 2 Ikat Sawi di Kebun Warga

Di sisi lain, ia juga mempertanyakan retribusi para pedagang bermobil ini, apakah dikenai retribusi atau tidak.

“Retribusi mereka ini Rp0 atau saya yang tidak tahu. Yang pasti siapa yang bertanggung jawab atas keberadaan pedagang bermobil ini,” tukasnya. (mht)