SEMARANG – Biaya pembangunan bangunan Keraton Agung Sejagat di Desa Pogung Jurutengah, Kabupaten Purworejo diketahui menelan biaya sebesar Rp500 juta.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Iskandar Fitriana mengaku mengetahui hal tersebut usai mengunjungi bangunan kerajaan abal-abal tersebut.
“Bangunan itu ternyata adalah bangunan baru, bukan bangunan lama,” ujarnya, Kamis (23/1).
Iskandar menjelaskan, di dalamnya ada batu prasasti, kolam pemandian, pendopo, pagar, dan lain sebagainya. Biaya ditaksir sudah Rp500 juta.
“Tapi ini bangunannya belum selesai,” sebutnya.
Iskandar menyebutkan, kolam pemandian suci yang dikeramatkan dan khusus dipergunakan bagi raja, ratu dan para punggawanya sudah pernah digunakan.
“Kolam pemandian di keraton ini sudah dipergunakan, setiap Kliwon, dengan ritual ritual tertentu dengan taburan bunga di atas kolamnya,” beber Iskandar.
Tak hanya itu, berdasarkan hasil penyelidikan, Keraton Agung Sejagat juga menyewa beberapa kuda milik masyarakat di sekitar tempat kejadian perkara.
“Setelah kita telusuri, ternyata mereka juga menyewa kuda, per ekor kuda dibayar Rp500 ribu. Jadi bukan milik mereka sendiri,” katanya.
Sejauh ini, pihaknya terus melakukan pemeriksaan. Sejumlah saksi terus dimintai keterangan, termasuk sejumlah awak media.
“Kita juga meminta keterangan dari 2 awak media yang hadir saat deklarasi Keraton Agung Sejagat beberapa waktu yang lalu,” katanya.
Menurut Iskandar, sebenarnya mereka mengundang banyak wartawan secara resmi.
“Tapi yang kami jadikan saksi hanya dua wartawan saja. Ini membuktikan bahwa mereka ini dengan sengaja menyiarkan berita bohong kepada masyarakat,” tukasnya. (mht)















