Target Pengurangan PKH Belum Terpenuhi

oleh
oleh

UNGARAN – Sebanyak 402 keluarga penerima manfaat (KPM) yang menjadi peserta Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Semarang telah tergraduasi pada tahun 2019. Sayangnya, angka itu belum sesuai target yang ditetapkan.

Koordinator PKH Kabupaten Semarang Vita Kurniasari, mereka telah mampu mandiri dan memiliki penghasilan tetap untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

“Jadi mereka tergraduasi secara mandiri dari PKH karena sudah punya penghasilan memadai,” katanya, Kamis (19/12).

INFO lain :  Pencuri Hp di Tegal Masuk Rumah Usai Congkel Jendela

Diakui oleh Vita Kurniasari, jumlah KPM yang tergraduasi secara mandiri itu masih dibawah target nasional. Namun pencapaian itu adalah hasil kerja maksimal para pendamping PKH Kabupaten Semarang.

“Tahun depan, kita mentargetkan angka graduasi KPM mencapai angka sepuluh persen,” sebutnya.

Sedangkan total jumlah keluarga penerima PKH tahap I tahun 2020 mendatang tercatat 27.243 keluarga.

INFO lain :  Pak Kadus di Sragen Selingkuh dengan Dua Wanita Sekaligus

Persebaran penerima PKH, lanjutnya, terbanyak ada di Kecamatan Suruh yakni 2.868 keluarga, disusul Getasan (2.233) dan Kecamatan Bringin (2.106). Sedangkan Kecamatan Ungaran Barat memiliki KPM paling kecil yakni 604 keluarga.

“Para pendamping PKH terus melakukan pertemuan rutin untuk merubah pola pikir para penerima untuk dapat berdaya. Salah satunya dengan memberdayakan kelompok usaha bersama (KUBE) sebagai usaha ekonomi produktif agar mereka mampu mandiri secara ekonomi,” terangnya.

INFO lain :  Hutan Gunung Merbabu Terbakar

Wakil Bupati Semarang H Ngesti Nugraha mengharapkan para PKH yang telah mandiri untuk terus bekerja keras memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri.

“Tidak bergantung lagi pada bantuan pemerintah. Terus semangat untuk terus mandiri memenuhi kebutuhan sehari-hari dari penghasilan sendiri,” tandasnya.(mht)