PEKALONGAN – Enam kelurahan di Kota Pekalongan mendapatkan evaluasi. Penyebabnya, di enam kelurahan tersebut belum bebas buang air besar sembarangan (BABS) atau juga dikenal dengan istilah Open Defecation Free (ODF).
Ke-enam kelurahan itu, masing-masing Kelurahan Panjang Wetan, Degayu, Krapyak, Padukuhan Kraton, Gamer, dan Setono sejumlah 663 KK. Harapannya pada tahun 2020, Kota Pekalongan sudah bebas BABS.
Asisten Pembangunan Kota Pekalongan, Erli Nufiati menyatakan, progam ODF perlu dievaluasi, dari 27 kelurahan di Kota Pekalongan ada enam yang belum mendeklarasikan ODF.
“Kita harus dorong, melalui evaluasi ini kita dapat memperbaiki hal-hal yang kurang. Sinergitas dengan TNI/Polri juga harus dilakukan,” ujarnya, Minggu (15/12).
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto SKM MKes menjelaskan bahwa kelurahan ODF adalah kelurahan yang anggota masyarakatnya sudah tidak ada yang buang air besar di sembarang tempat.
“Tujuan kelurahan ODF yakni menurunkan angka kesakitan dan penyakit karena faktor lingkungan seperti diare, cacingan, dan gatal-gatal,” katanya.
Roadmap Kota Pekalongan 2019 yang stop BABS yakni 97.594 KK atau 99,32%. Kelurahan yang sudah deklarasi ODF sebanyak 21 kelurahan atau 77,78%, jumlah KK yang masih BABS sebanyak 663 KK.(mht)















