Kasus Peledakkan Diri di Kantor Polisi. Pengamat Kepolisian Sebut Pengamanan di Markas Polisi Latah

oleh

Semarang – Seorang pria meledakkan diri di halaman Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11/2019). Pria tersebut masuk ke dalam area Polrestabes Medan menggunakan jaket ojek online.

Psikolog dan pengamat kepolisian dari Fakultas Psikologi Universitas Bhayangkara Jakarta, Dr. Tugimin Supriyadi, Psi menilai selama ini pengamanan di Polda dan Polres terbilang latah. Pandangan itu disampaikan menyikapi mudahnya pelaku masuk ke kantor polisi.

“Maaf kalau saya bilang anget anget tahi ayam dalam keseriusan pengamanan terhadap teroris atau pelaku kejahatan lain. Mereka mudah masuk ke wilayah Polres dan Polda,” ujar Supriyadi.

INFO lain :  Angka Kecelakaan pada Lebaran 2018 Turun

Menurutnya, pengamanan ditingkatkan apabila ada kejadian seperti peledakan bom atau ancaman pidana lain yang masuk ke area Polres dan Polda.

“Harusnya belajar dari kejadian sebelumnya, saat ada kejadian baru ditingkatkan. Setelah itu, akan kendor lagi. Dan kelengahan anggota yang jaga itu dimanfaatkan lagi nantinya oleh pelaku kejahatan atau terorisme lain,” katanya.

Menurutnya, seharusnya ada semacam pengamanan berlapis yang diterapkan di tiap markas kepolisian.

“Ring 3 misalnya, dari jarak jauh anggota jaga sudah bisa melihat orang yang akan masuk ke dalam area polres atau polda melalui kamera cctv.

INFO lain :  Yusril Laporkan KPU ke Bareskrim

Lalu ring 2 petugas jaga melakukan pemeriksaan secara langsung sebelum memasuki markas polisi seperti di pintu gerbang.

“Selanjutnya ring 1 pemeriksaan lagi setelah memasuki area markas polisi,” ujarnya.

Menurutnya, pola ini memang membutuhkan ketelatenan dan kedisiplinan anggota.

Pola ini juga akan membuat anggota tidak betah mempelototi layar monitor kamera CCTV.

“Dibutuhkan juga kemampuan anggota mengenali dan mendeteksi dini orang yang dicurigai sebagai teroris atau pelaku kejahatan. Saya khawatir, jangan jangan anggota polisi yang berjaga itu kurang paham mendeteksi ciri pelaku kejahatan khususnya terorisme,” katanya.

INFO lain :  ​Jaksa Kejari Solo yang Terlibat Dugaan Korupsi di Kota Jogja Digelandang ke KPK

Supriyadi menyebut, kejadian ini terjadi lantaran pelaku bom bunuh diri bisa memanfaatkan kelemahan dan kelengahan petugas jaga di Polrestabes Medan.

“Perlu kita ingatkan juga kepada masyarakat, agar tetap tenang dan percaya kepada Polri TNI. Percayakan penanganan kasus itu dan percayakan mereka bisa memberikan pengayoman dan rasa aman kepada masyarakat,” pungkasnya.

(far)