Debit Sumber Mata Air Milik PDAM Kota Magelang Turun 30%

oleh
Tempat menampung air atau Water Torn milik PDAM Kota Magelang yang berlokasi di Alun-alun setempat.
Tempat menampung air atau Water Torn milik PDAM Kota Magelang yang berlokasi di Alun-alun setempat.

MAGELANG, INFOPLUS.ID-Debit sumber mata air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Magelang turun yang disebabkan dampak musim kemarau. Kendati demikian, suplai air untuk para pelanggan masih mencukupi.

Menurut Direktur PDAM Kota Magelang, Muh Haryo Nugroho, sumber air yang mengalami penurunan adalah Sumber Air Kalegen di Dusun Kaliangkrik, Desa Kebonagung, Kecamatan Bandongan, dan Sumber Air Wulung di Dusun Wulung, Desa Banjarsari, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang.

Kedua sumber air itu memiliki debit 100 liter per detik. Memasuki musim kemarau seperti sekarang ini, debit turun 30 persen, dari semula 100 liter per detik menjadi 70 liter per detik.

INFO lain :  Mampir ke Masjid, Ternyata Siap-Siap Maling Motor

“Di Kalegen dan Wulung, debit sumber air sebesar 100 liter per detik, sekarang jadi 70 liter per detik. Meskipun berkurang, tetap masih mencukupi untuk kebutuhan pelanggan,’’ belum lama ini.

Lebih lanjut, Haryo menerangkan, berbeda halnya dengan dua sumber mata air yang lain, yakni di Sumber Mata Air Kanoman, Dusun Sudimoro, Desa Sidomulyo, Kecamatan Candimulyo, dan Sumber Mata Air Tuk Pecah di Kelurahan Wates, Kecamatan Magelang Utara. Kedua sumber mata air tersebut masih menyimpan air yang cukup meski kemarau.

INFO lain :  Arca Peninggalan Abad ke-8 Ditemukan saat Renovasi Terminal di Dieng

“Sumber Tuk Pecah dan Kanoman memiliki sifat yang beda. Musim kemarau maupun musim hujan, air tetap tercukupi. Hal ini sangat membantu kami untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,’’ kata dia.

Untuk menampung air lebih banyak, lanjutnya, PDAM Kota Magelang bakal menambah bak penampungan air di kawasan Gunung Tidar sebesar 2.000 meter kubik. Sebelumnya PDAM sudah memiliki satu bak penampungan di Gunung Tidar dengan  kapasitas 1.000 meter kubik.

“Kapasitas bak penampungan yang ada sekarang hanya 1.000 meter kubik. Untuk mengisinya penuh membutuhkan waktu empat jam. Sebaliknya ketika disalurkan dua jam saja sudah habis. Maka, kita rencana bikin bak penampungan lagi sebesar 2.000 meter kubik. Pak Wali sudah mengizinkan. Setelah jadi nanti PDAM punya tampungan 3.000 meter kubik,’’ terangnya.

INFO lain :  Operasi Antik Candi, Polres Temanggung Ungkap Lima Kasus Narkotika

Haryo juga menuturkan, PDAM Kota Magelang melayani sebanyak 31.533 pelanggan. Terdiri atas 27.350 pelanggan di Kota Magelang dan 4.183 pelanggan di Kabupaten Magelang meliputi Kecamatan Bandongan, Secang, Mertoyudan dan kecamatan lainnya.

Dia berharap selama musim kemarau debit sumber air tetap terjaga dengan baik, sehingga pelayanan kepada pelanggan tetap lancar.