2.000 SMK Ditutup Akibat Kekurangan Murid

oleh

Jakarta – Jumlah SMK atau Sekolah Menengah Kejujuran di Indonesia mencapai 14 ribuan. Tidak semua SMK mempunyai kualitas bagus, sehingga pemerintah akan menutup sekitar 2.000 SMK.

Direktur Pembinaan SMK Kemendikbud, M. Bakrun mengatakan, jumlah siswa SMK sekitar 5 juta orang. Sekolah yang kurang berkualitas akan dikurangi.

“SMK yang kurang baik dan siswanya tidak cukup banyak akan kita kurangi,” kata dia saat membuka Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tingkat nasional di Jogja Expo Center (JEC), belum lama ini.

INFO lain :  Pelanggaran Berat, 113 Polisi Dipecat

Kriteria SMK yang akan dikurangi menurut dia, antara lain jumlah siswa kurang dari 60 orang. Karena kalau siswa kurang dari 60 orang, sulit mengelola sekolah itu. Padahal secara nasional ada 2.000 an SMK yang siswanya kurang dari 60 orang tiap sekolah.

INFO lain :  Jaksa Kasus Novel Meninggal, Terpapar Covid-19

“Target kami, jumlah sekolah SMK turun, tapi jumlah siswa naik. Kita kurangi kira-kira (jumlah SMK di Indonesia) menjadi 12.000 sekolah lah,” kata dia.

Kemendikbud mendorong jumlah siswa SMK terus meningkat secara kuantitatif meski jumlah SMK dikurangi. Saat ini jumlah siswa SMK di Indonesia lima juta orang.

“Harapan kami lima tahun ke depan menjadi enam juta orang,” kata Bakrun.

INFO lain :  Menristekdikti Bakal Revitalisasi 12 Politeknik Tahun Depan

Kemendibud terus mendorong kerja sama dengan pemerintah daerah untuk memaksimalkan potensi siswa SMK. Karena keberadaan SMK punya peluang besar dalam memajukan potensi setiap daerah Kemendikbud kini mengembangkan 146 kompetensi keahlian.

Rinciannya yang SMK tiga tahun ada 110 kompetensi dan empat tahun ada 36 kompetensi. Jumlah 146 kompetensi ini sudah dipilih sesuai kebutuhan kerja dan industri.

(nat/red)