Pati – Produksi garam di Kabupaten Pati mencapai 320 ton per tahun. Atas kondisi itu, Bupati Pati Haryanto keberatan atas adanya penempatan gudang penyimpanan garam impor di wilayahnya, Bumi Minatani itu.
Menurutnya Pati merupakan salah satu produsen garam dengan jumlah cukup besar. Meski jumlah produksinya belum bisa mencukupi kebutuhan garam skala nasional.
Hal itu disampaikan bupati Haryanto dalam acara Sosialisasi Daerah Program Pengembangan Usaha Garam Rakyat (Pugar) di Rumah Makan Kampung Pati, Desa Widorokandang Rabu (30/1/2019).
Ketika pemerintah pusat mengambil kebijakan impor garam, pihaknya mengaku pemerintah daerah tidak bisa berbuat banyak. Bupati mengungkapkan, bersama Wakil Bupati pernah menyampaikan ke Gubernur Jawa Tengah agar penyimpanan garam impor tidak ditempatkan di Kabupaten Pati.
“Mungkin bisa dialihkan ke wilayah lain seperti Grobogan, Blora, atau daerah lainnya. Karena ketika ditaruh di Pati hal ini menjadi tidak efektif lantaran Bumi Minatani merupakan wilayah produksi garam,” katanya sebagaimana dikutip dari jatengprov.go.id.
Dengan produksi garam sebanyak 320 ton per tahun, pihaknya mengaku yakin jumlah itu bisa mencukupi kebutuhan garam konsumsi. Pemkab Pati mengaku perlu mengawal agar sumber pencaharian masyarakat pesisir di Pati tetap aman dan tidak terpengaruh garam impor.
”Ketika dari 320 ton dikalkulasi dengan dikali Rp 1000/kg maka sudah mencapai Rp 320 miliar. Jumlah tersebut kan termasuk lumayan. Belum lagi ditunjang dari sektor lain seperti perikanan tambak dan lainnya,” ungkap Haryanto.
Bupati berharap, program Pugar bisa diterima masyarakat. Pemkab dan pemerintah pusat lewat KKP juga menggelontorkan bantuan yang tidak sedikit.
Sebelumnya bantuan diberikan Rp 10 miliar dan kini menjadi Rp 11 miliar. Atas program Pugar yang terintegrasi, pihaknya yakin dengan sistem geo isolator akan berjalan sendirinya.
”Masyarakat yang masih menggunakan teknik produksi garam tradisonal akan mulai mengikuti program ini. Karena hasil yang didapat untuk produksi dengan sistem ini bisa meningkatkan produksi,” jelasnya.
(dit)















