27 Persen Remaja di Jateng Pemakai Narkoba

oleh

MagelangGenerasi muda merupakan calon pemimpin dan penerus bangsa. Semua elemen masyarakat diharuskan melawan dan memberantas narkoba yang kini menyasar berbagai kalangan.

Wakil Gubernur Jawa Tengah H Taj Yasin Maimoen menyampaikan hal itu usai membuka Seminar Nasional Antinarkoba di Pendapa Pengabdian Kota Magelang, Senin (11/12). Seminar bertema Rehabilitasi Korban dan pecandu Napza Menuju Indonesia Sehat, Jawa Tengah Hebat.

“Ini bagian dari sikap tegas kita untuk bersama-sama melawan narkoba yang benar-benar sudah meresahkan, bahkan mengancam kehidupan masyarakat dan bangsa kita, ujar Gus Yasin.

Dikatakannya, berbagai upaya telah dilakukan Pemprov dan DPRD Jateng untuk memberantas narkoba yang kini mengancam berbagai kalangan. Karenanya selain sekolah, lingkungan tempat tinggal mulai dari rukun tetangga (RT), peran keluarga, serta edukasi dan penanaman nilai-nilai agama sebagai penangkal dalam menghadapi gempuran narkoba.

INFO lain :  Tetap Pikirkan Stadion Manahan

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam sambutan tertulis yang dibacakan mengajak semua elemen masyarakat mengobarkan jihad melawan narkoba. Salah satunya adalah menyelamatkan bangsa dari jeratan narkoba.

“Saatnya kita satukan kata dengan perbuatan. Anak muda nggak pakai narkoba itu keren. Apalagi bisa memberikan pencerahan kepada teman sebaya tentang bahaya narkoba, itu lebih keren lagi. Kita edukasi masyarakat dan anak-anak muda tentang bahaya narkoba, katanya.

Gubernur menyebutkan, berdasarkan penelitian BNN pada 2017, jumlah penyalah guna narkoba di Jawa Tengah masih tinggi atau berada pada kisaran 300.000 jiwa. Bahkan narkoba tidak hanya menyasar orang dewasa, tetapi juga anak-anak usia pelajar dan mahasiswa. Termasuk hampir 27% pemakai narkoba di Jateng adalah kalangan pelajar dan mahasiswa.

INFO lain :  Di Jawa Barat, Tak Pakai Masker Kena Denda Rp150 Ribu. Bagaimana Jawa Tengah?

Selain menginformasikan kepada masyarakat tentang bahaya narkoba, pemprov juga terus mendorong dan mengingatkan para guru agar benar-benar waspada terhadap ancaman narkoba yang bisa saja hadir di sekeliling peserta didik. Apalagi sebagian waktu anak-anak kita dihabiskan di sekolah.

INFO lain :  Masih di Desember. Habis Pilkada, Giliran Pilkades Serentak

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito menambahkan, kegiatan seperti itu merupakan program pemerintah yang strategis dan harus mendapatkan dukungan dari semua pihak.

Esensinya adalah komitmen bersama, karena pemerintah tidak mampu bekerja sendiri dan membutuhkan keterlibatan dari semua elemen masyarakat.

“Cita-cita kita menciptakan generasi-generasi cerdas dan maju, serta menyiapkan generasi emas bangsa. Jangan sampai generasi emas dirusak oleh narkoba, katanya.

(lan/dit)