Tertimbun Longsor di Cilacap, Bayi 6 Bulan Selamat

oleh

Cilacap – Seorang bocah berusia 6 bulan ditemukan selamat setelah tertimbun longsor yang menimpa rumahnya. Saat kejadian, bayi itu tidur usai bermain boneka sebelum akhirnya longsor menimpa rumah dan dirinya. Beruntung si bayi berhasil diselamatkan. Alhamdulilah.

Bencana tanah longsor terjadi di beberapa bagian Kabupaten Cilacap akibat hujan lebat yang mengguyur, Selasa (4/12) siang hingga malam hari. Bayi berusia enam bulan itu nyaris tewas tertimpa material longsor.

“Bencana tanah longsor di Dusun Sindangheula, Desa Malabar, Kecamatan Wanareja dan menyebabkan satu rumah warga milik Rastono tertimpa material longsoran,” ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap Tri Komara Sidhy, Rabu (5/12/2018).

Si bayi, anak Rastono yang baru berusia enam bulan bernama Hilya Nur Asyifa Nuha, sempat tertimpa reruntuhan bangunan dan material longsoran. Korban tertidur di lantai setelah bermain boneka.

INFO lain :  Tahanan di Polres Brebes Nikah di Dalam Sel
INFO lain :  Jenazah Korban Lion Air Asal Tegal Tiba Dimakamkan

Ibunda Hilya, Siti Nurhasanah, yang mengetahui kejadian tersebut segera minta tolong kepada warga sekitar. Beruntung, nyawa sang bayi masih bisa ditolong dan langsung dibawa ke Puskesmas Wanareja 1 untuk menjalani perawatan.

Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap, Teguh Wardoyo mengatakan, berdasarkan data yang dikeluarkan Stasiun Klimatologi BMKG Semarang, curah hujan di wilayah Cilacap dan Banyumas secara umum berkisar 301-400 milimeter atau masuk kategori tinggi.

“Tetapi sebagian wilayah barat Cilacap masuk kategori menengah atau berkisar 201-300 milimeter, sedangkan sebagian kecil wilayah selatan Cilacap diprakirakan berkisar 401-500 milimeter atau masuk kategori tinggi,” katanya.

Sementara di wilayah pegunungan tengah Jawa Tengah seperti Purbalingga bagian utara dan sebagian Banjarnegara, kata dia, curah hujan pada bulan Desember diprakirakan lebih dari 500 milimeter atau sangat tinggi.

INFO lain :  Puncak Kasus Pada Pekan Ke-36

(cap/dit)