Seluruh rangkaian menjadi bagian dari upaya menjaga warisan sejarah sekaligus memperkuat identitas budaya dan religius Kota Semarang.
Ketua Yayasan Sunan Pandanaran, Aris Pandan Setiawan, menyampaikan bahwa haul merupakan ikhtiar bersama untuk menjaga warisan perjuangan Ki Ageng Pandanaran sekaligus menanamkan nilai-nilai keteladanan kepada generasi penerus.
Ia juga mengapresiasi perhatian Pemkot Semarang yang terus mendukung pelestarian situs sejarah dan tradisi keagamaan sebagai bagian dari pembangunan karakter kota.
Melalui Haul Sunan Pandanaran 1448 Hijriah, Pemkot Semarang ingin memastikan bahwa persiapan menuju MTQ Nasional XXXI tidak hanya diwujudkan melalui kesiapan penyelenggaraan, tetapi juga melalui penguatan identitas Semarang sebagai kota yang maju, religius, berbudaya, dan tetap setia menjaga warisan para pendirinya.
Dengan demikian, MTQ Nasional diharapkan menjadi panggung untuk memperkenalkan kepada Indonesia bahwa Semarang adalah kota yang berhasil memadukan kemajuan pembangunan dengan kekayaan sejarah, budaya, dan nilai-nilai keislaman. []














