Semangat inklusif di Agustusan juga dihadirkan Pemkot Semarang melalui Bantuan Operasional sebesar Rp25 juta per RT tiap tahun yang cair di bulan ini.
“Bukan hanya sekadar bantuan, tapi kami (Agustina-Iswar) ingin agar dana ini menjadi penyulut semangat perayaan kemerdekaan di setiap kampung, gang, dan jalan kota kita. Karena pesta kemerdekaan sejatinya bukan milik instansi atau gedung, bukan milik Pemkot Semarang, tapi milik warga, kita semua. Mari rayakan dengan tumpengan, lomba warga, kerja bakti, jalan sehat, atau apapun yang menggembirakan,” bebernya.
Iswar juga berpesan agar ASN Pemkot Semarang wajib hadir, menjangkau, dan ikut merasakan suka cita HUT Kemerdekaan RI bersama seluruh warga.
“Tidak ada jarak antara pemerintah dan warga dalam merayakan kemerdekaan. Karena kemerdekaan adalah hasil perjuangan bersama dan harus dirawat dengan kebersamaan pula,” tukas dia.
Dalam Pembukaan Kegiatan HUT Proklamasi ke-80 Republik Indonesia Tahun 2025 di halaman Balai Kota Semarang, turut dimeriahkan ragam lomba, seperti voli dan tarik tambang. Tak hanya pegawai di Balai Kota, kegiatan tersebut diikuti pejabat Forkopimda, ASN di kecamatan dan kelurahan serta para jurnalis. []














