“Saat saya mendapat kabar tentang terpilihnya saya untuk ikut dalam tim terjun payung, saya merasa sangat senang. Saya langsung memberi tahu istri dan anak-anak, serta meminta dukungan mereka. Alhamdulillah, mereka semua senang dan mendukung penuh keputusan saya. Bahkan, mereka ikut bersama saya ke Jakarta selama proses seleksi, latihan, dan pelaksanaan hari H,” lanjutnya.
Aksi yang dilakukannya pada upacara Hari Bhayangkara Ke-79 ini bukan sekadar kebanggaan pribadi, melainkan juga bentuk pengabdian kepada negara. Kompol Heru Sanusi menganggap bahwa setiap tugas yang ia jalani, termasuk terjun payung, adalah bagian dari pengabdian dan dedikasinya kepada tugas-tugas kepolisian yang lebih luas.
“Saya memaknai keikutsertaan saya dalam momen upacara kenegaraan ini sebagai bentuk pengabdian. Setiap momen seperti ini, bagi saya adalah cara untuk memberi contoh tentang pentingnya dedikasi dan profesionalisme dalam menjalani tugas,” ungkapnya.
Menanggapi atraksi terjun payung tersebut, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto memberikan apresiasi terhadap prestasi yang diraih oleh Kompol Heru Sanusi. Prestasi gemilang ini disebutnya tidak hanya mengangkat nama Polri, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh insan Bhayangkara untuk terus berprestasi dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara.
“Keberhasilannya dalam tugas ini menunjukkan bahwa Polri tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas menjaga keamanan, tetapi juga memiliki kemampuan luar biasa dalam menghadapi tantangan di lapangan, bahkan dalam tugas yang memerlukan keberanian dan keterampilan tinggi. Hal ini menjadi contoh inspiratif bagi seluruh anggota Polri, terutama di Polda Jateng untuk terus memberikan yang terbaik untuk masyarakat dan institusi Polri,” ujar Kabidhumas pada Jumat, (4/7/2025). (nh/Prie).
















