Penyebab kenaikan harga, lanjut Brotorini, diduga karena panjangnya rantai pasok. Selain itu, diduga ada oknum pelaku pangan, yang memperlambat penyaluran.
“Kalau dari aspek produksi tidak. Jateng, sentra produksi dan barangnya banyak. Jateng lebih dari cukup. Kami imbau warga tidak panic buying,” tuturnya.
Kasi Kesra Kecamatan Ungaran Timur, Utomo Gunarto, menyambut baik ajang ini. Menurutnya, acara ini turut meringankan beban masyarakat membeli kebutuhan pangan.
Warga Ungaran Timur, Nurlela, mengaku terbantu dengan adanya acara tersebut. Menurutnya, sejak memasuki Ramadan harga kebutuhan pokok semakin menanjak.
“Lombok cabai di pasaran itu sampai Rp100 ribuan, di sini Rp75 ribu (per kilogram). Minyak di sini Rp14 ribu, di pasar ada yang sampai Rp20 ribu (per liter). Harapannya ya harga diturunkan biar stabil tidak membebani warga,” ucap warga Puri Delta tersebut. []
















