Semarang – INFOPlus. Menyambut arus mudik Lebaran, manajemen Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang melakukan sejumlah persiapan, salah satunya pemetaaan potensi gangguan penerbangan.
Sebagai pintu masuk jalur penerbangan di wilayah Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang, PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang melakukan berbagai persiapan dalam rangka menyambut mudik Lebaran 1446 H/2025.
Persiapan itu diwujudkan dengan menggelar kegiatan Airport Coordination Meeting dengan tema Bersama Kita Wujudkan Perjalanan Mudik yang Tenang Menyenangkan di Airport Convention Center Bandara Ahmad Yani Semarang, Selasa (18/1). Kegiatan ini juga melibatkan stakeholder dan komunitas bandara, serta awak media baik.
General Manager Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Fajar Purwawidada mengungkapkan Airport Coordination Meeting merupakan ikhtiar pihaknya untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para pengguna jasa dalam melakukan perjalanan menggunakan transportasi udara,
“Juga sebagai bentuk pengendalian terhadap keselamatan operasional penerbangan,” tutur dia dalam sambutannya saat membuka Airport Coordination Meeting.
Dalam Airport Coordination Meeting tersebut dipaparkan persiapan Posko Angkutan Udara Lebaran 1446 H/2025, pemetaan beberapa potensi ancaman terhadap keselamatan operasi penerbangan,
Di antaranya penanganan wildlife hazard management di bandara, yaitu penanggulangan bird strike atau serangan hewan liar khususnya dari burung liar. Kemudian bahaya balon udara dan drone di area bandara yang sangat berpotensi mengganggu operasional penerbangan,
Termasuk potensi runway incursion, potensi hazard di area airside, serta mitigasi potensi bencana banjir di area bandara.
“Penumpang tidak perlu khawatir mengenai tanggul yang ada di ujung runway 13 sepanjang 700 meter, karena tanggul tersebut telah dibangun guna menghindari bencana banjir di sepanjang runway, sehingga operasional penerbangan diharapkan tetap berjalan aman dan lancar meskipun terjadi potensi curah hujan yang tinggi,” bebernya.
Selain itu, juga dibahas peran serta dan kerja sama awak media sebagai mitra kerja eksternal bandara, keamanan nasional penerbangan.
Khusus persiapan Posko Angkutan Udara Lebaran 1446 H/2025, akan diselenggarakan selama 22 hari, mulai 21 Maret hingga 11 April 2025,
Posko melibatkan para stakeholder terkait untuk memantau trafik pergerakan angkutan udara (pesawat, penumpang, dan kargo), serta memantau operasional keselamatan penerbangan dan keamanan bandara.
Fajar menambahkan berdasarkan hasil koordinasi dan analisis yang dilakukan, puncak arus mudik sebelum Lebaran akan terjadi pada hari Jumat, 28 Maret 2025 dengan total penumpang yang diperkirakan mencapai 14.652 orang.
















