Prof. Adi Fahrudin : Perlunya Menanamkan Etika dan Privasi dalam Pembelajaran Digital

oleh

Jakarta-INFOPlus. International Seminar “Technology Impact on Society and Education” and Book ReviewEvolving School Dynamics and Emerging Technologies in Education: Critical Success”  yang digelar Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Indonesia, beberapa waktu yang lalu, menghadirkan Penulis Buku Prof. Adi Fahrudin dan Dr. Siddhartha Paul Tiwari. Selain ke-dua penulis buku tersebut, dalam seminar ini juga menghadirkan narasumber lain yakni, Prof. Dr. Istianingsih dan Dr. Sani Aryanto,

Salah satu tema utama dalam seminar ini adalah tantangan etika dan privasi yang muncul akibat integrasi digital di sekolah. Meskipun teknologi menawarkan peluang belajar yang lebih luas, ada juga risiko seperti keamanan data, pengawasan digital, dan kecurangan akademik.

Prof. Adi Fahrudin memaparkan bahwa, salah satu tantangan terbesar yang dibahas dalam seminar ini adalah risiko meningkatnya kesenjangan sosial-ekonomi akibat akses teknologi yang tidak merata. Para pembicara membahas solusi seperti subsidi internet dari pemerintah, inisiatif pembelajaran berbasis komunitas, dan investasi dalam infrastruktur digital.

INFO lain :  Kemenkominfo Akan Pangkas Izin Telekomunikasi dan Internet

“Kesetaraan dalam pendidikan bukan hanya tentang akses terhadap perangkat, tetapi juga memastikan bahwa setiap siswa memiliki sumber daya, dukungan, dan bimbingan yang mereka butuhkan untuk berhasil,” ujar Prof Adi.

INFO lain :  Bank Dunia Prediksi Ekonomi Indonesia 2019 Tumbuh 5,2 persen

 

Pengembangan Keterampilan Abad ke-21

Lebih lanjut Prof Adi mengatakan menyoroti pentingnya pengembangan keterampilan yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja saat ini, seperti berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, dan literasi digital.

“Tenaga kerja masa depan tidak hanya membutuhkan informasi, tetapi juga individu yang mampu menganalisis, berinovasi, dan beradaptasi dengan tantangan baru,” ujar salah satu presenter. “Sistem pendidikan harus dirancang untuk menumbuhkan kompetensi ini,” tambah Prof Adi.

Seminar ini juga menyoroti dampak lingkungan dari penggunaan teknologi di sekolah. Buku yang ditinjau mengangkat kekhawatiran tentang limbah elektronik, konsumsi energi, dan keberlanjutan perangkat pendidikan yang terus berkembang.

INFO lain :  Seperti Apa Bentuk Uang Khusus Edisi 75 Tahun Kemerdekaan?

Para pembicara menyerukan praktik pengadaan yang bertanggung jawab dan inisiatif daur ulang untuk mengurangi dampak lingkungan dari pendidikan digital. “Kita harus mempertimbangkan tidak hanya bagaimana kita menggunakan teknologi dalam pendidikan, tetapi juga bagaimana kita membuangnya dengan cara yang bertanggung jawab,” ujar seorang pakar keberlanjutan.

 

Ajakan untuk Bertindak

Seminar ini ditutup dengan seruan kepada pembuat kebijakan, pendidik, dan pemimpin industri untuk bekerja sama dalam menciptakan sistem pendidikan yang etis, inklusif, dan siap menghadapi masa depan.