Jateng Bersholawat, Pj Gubernur: Semoga Musibah Segera Berlalu

oleh
Pemprov Jateng gelar Jateng Bersholawat di halaman Gubernuran, Semarang, Kamis (28/3) malam. (Foto: Dok)

Semarang – INFOPlus. Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana mengatakan peringatan Nuzulul Qur’an 1445 H dengan Jateng Bersholawat merupakan momentum bersama untuk berdoa agar musibah di Jawa Tengah segera berlalu.

“Beberapa daerah di Jawa Tengah, beberapa waktu yang lalu dilanda musibah banjir karena cuaca ekstrem. Dengan selawat, kita berikhtiar dan berdoa agar musibah segera berlalu,” kata Nana Sudjana dalam acara Jateng Bersholawat di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (28/3) malam.

Peringatan Nuzulul Qur’an kali ini dikemas dengan kegiatan Jateng Bersholawat dan diawali dengan salat tarawih bersama forkopimda. Habib Ali Zainal Abidin Assegaf didapuk untuk memimpin selawat bersama ribuan masyarakat yang hadir dari berbagai daerah. Sementara Habib Muhammad bin Farid bin Al Muthohar memberikan tausiyah.

Turut hadir dalam acara tersebut Sekda Jateng Sumarno, seluruh kepala OPD Pemprov Jateng, Ketua BAZNAS Jateng Ahmad Daroji, Kepala Kanwil Kemenag Jateng, perwakilan forkopimda dan instansi terkait lainnya, serta para ulama.

“Kita juga berdoa semoga selalu dirahmati dan dimudahkan semua urusan sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tuturnya.

Kegiatan Jateng Bersholawat sudah bergulir selama kurang lebih 11 tahun. Pelaksanaan dilakukan bergantian di berbagai wilayah kabupaten/kota di Jawa Tengah. Kegiatan itu juga mengiringi tiap hari besar keagamaan maupun hari besar nasional.

“Insya Allah ke depan Jateng Bersholawat akan terus dilaksanakan. Mari semarakkan acara selawatan, mendoakan Jawa Tengah agar tetap kondusif, guyub, rukun, dan sejahtera masyarakatnya,” ujar Nana.

Pada kesempatan itu Nana juga mengajak seluruh masyarakat Jawa Tengah untuk bersinergi, bergotong royong membangun Jawa Tengah agar semakin maju. Ia mengingatkan agar jangan mudah terprovokasi pesan-pesan yang memecah belah persatuan.

“Mari bersama-sama kita jaga kondusivitas wilayah Jawa Tengah. Beberapa waktu lalu kita sudah menyelesaikan agenda pemilu. Ke depan akan ada pelaksanaan Pilkada, puncak pesta demokrasi akan dilaksanakan pada 27 November 2024,” imbuh dia.

(Ags/Nay)