Hadapai Operasi Ketupat 2024 Polri Gelar Rakor

oleh

 

Jakarta – INFOPlus.  Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1445 H tidak lama lagi, sehingga masyarakat pemudik juga akan segera memenuhi jalan-jalan di Republik Indonesia ini  untuk melakukkan Mudik.  Sebuah tradisi yang tak pernah luntur, dimana umat Muslim yang mengadu nasib ke Kota akan merayakan Hari Raya Idul Fitri di kampung halamannya. Menghadapi even besar ini Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar rapat koordinasi (rakor) lintas kementerian dan lembaga membahas terkait kesiapan penyelenggaraan mudik-balik Lebaran dan Operasi Ketupat 2024 di Jakarta, Senin.

Rakor dihadiri langsung Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, dihadiri pula oleh Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR), Kementerian Agama, Kementerian Perdagangan, Panglima TNI, Kepala Pertamina, Basarnas, BNPB dan masih banyak lainnya.

“Rapat koordinasi kesiapan Operasi Ketupat 2024 tingkat menteri yang dipimpin oleh Kapolri,” tulis Humas Polri.

Rakor dijadwalkan berlangsung pukul 09.00 WIB. Divisi Humas Polri memulai kesiapan dengan apel Satgas Humas Polri menghadapi Operasi Ketupat 2024 yang dipimpin Kepala Biro Multimedia (Karomulmet) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Gatot Reply Handoko.

Dalam arahannya, Gatot kepada jajaran bahwa hari ini digelar rakor lintas kementerian kesiapan Operasi Ketupat 2024.

Operasi Ketupat dilaksanakan selama 13 hari di mulai dari tanggal 4 April sampai dengan 16 April 2024. Melibatkan 145.161 personel gabungan terdiri atas personel Polri, TNI dan instansi terkait lainnya.

“Biasa dalam rakor dibahas kesiapan masing-masing kementerian dalam penyelenggaraan mudik-balik lebaran,” kata Gatot.

Setelah dilaksanakan rakor lintas kementerian dilanjutkan dengan rapat internal Polri terkait kesiapan Operasi Ketupat 2024 yang dipimpin oleh Assop Kapolri.

Polri mengantisipasi berbagai hal untuk kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2024 yang diprediksi ada 193,6 juta orang yang melakukan perjalanan.

Berbagai kesiapan yang dilakukan Polri, di antaranya menyiapkan rekayasa lalu lintas seperti contraflow, sistem satu arah (one way) dan alternatif terakhir penerapan ganjil-genap.

Rekayasa lalu lintas dilakukan di ruas jalan tol dimulai dari KM 0 Tol Jakarta hingga KM 141 Kalikangkung, Semarang. Begitu pula sebaliknya. Dimulai saat arus mudik pada tanggal 5 April dan arus balik 16 April.

Juga diberlakukan pembatasan kendaraan angkutan barang sumbu tiga ke atas di ruas jalan tol mulai tangga 5 April.