Pilwakot Semarang: Mbak Ita Masih Teratas, Disusul Yoyok Sukawi dan Iswar Aminnudin

oleh
FGD terkait Pilwakot Semarang yang digelar Forum Media Online Kota Semarang di Rumah Popo kawasan Kota Lama Semarang, Jumat (19/1). (Foto: Ist)

“Tren di Semarang, selalu partai nasionalis yang domninan. Pemilu 2019 pun relatif tidak berubah. Dominasinya partai nasionalis, pernah Demokrat di bawah kepemimpinan SBY sempat leading, kemudian diambil alih oleh PDIP,” ujar Ghulam.

Ia memperkirakan, Pilkada 2024 di Kota Semarang akan masih didominasi dukungan dari PDI Perjuangan.

“Pilwakot 2010-2019, PDIP masih konsisten menang, perolehan tertinggi bisa mengalahkan kotak kosong. PDIP masih jadi kunci pada Pilwakot Kota Semarang pada November 2024,” ujarnya.

Pembicara lain, mantan Ketua KPU dan Bawaslu Jateng yang kini aktif sebagai advokat, Fajar Saka mengungkapkan, peta koalisi Pilwakot Semarang bisa saja berbeda dengan konstelasi koalisi nasional atau Pilpres 2024.

INFO lain :  Bawaslu Kota Semarang Awasi Ketat Sortir Lipat Surat Suara Pemilu 2024

“Pilkada 2024 ini harus menunggu hasil Pemilu. Pilpres 1 putaran atau 2 putaran. Prosesnya begitu cepat untuk membahas Pilkada nantinya. Koalisi di tingkat nasional, juga belum tentu sama di daerah sama. Bicara Pilkada koalisinya bisa jadi akan berbeda,” beber dia.

Fajar menyebut seseorang bisa mencalonkan diri bisa melalui dua jalur. Dari partai maupun perseorangan atau independen.

“Ada dua pintu masuk seseorang bisa masuk menjadi calon wali kota. Dari satu partai politik pengusung atau gabungan koalisi. Yang kedua jalur perseorangan, tapi sejarahnya di Kota Semarang tidak ada yang lolos karena syaratnya 6,5 persen. Mengumpulkan 77 ribu pemilih tidak lah mudah,” ucapnya.

INFO lain :  Polisi Tangkap Pelaku Modifikasi Senpi Milik Teroris Pegawai KAI

Sementara itu Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UNI) Semarang, M Kholidul Adib menyatakan, Pilwakot 2024 di Semarang ini bakal menarik. Ia pun menyebut tidak akan ada kotak kosong lagi.

“Pilwakot 2024 ini kami yakini tidak akan ada lagi calon yang melawan kotak kosong. Minimal 2 calon,” ujar Adip.

Sementara itu Wakil Ketua PWI Jateng, Ade Usman mengingatkan pekerja pers untuk netral dalam menulis berita Pemilu, baik Pilpres maupun Pilwakot Semarang.

INFO lain :  Dorong Digitalisasi, Wali Kota Semarang Luncurkan QRIS di Tempat Wisata

“Kami dari PWI Jateng mengapresiasi dengan FGD ini yang menjadi bagian edukasi politik. Selain itu juga untuk mengingatkan ternyata masih ada Pilkada setelah Pileg dan Pilpres 2024 ini. Waktunya pun sangat dekat,” ucapya.

“Media massa tentu akan memberikan pengaruh yang sangar besar pada arah dukungan masyarakat dalam konstelasi politik Pemilu, Pilpres dan Pilkada 2024 ini, berita hoaks perlu dihindari. Media dan wartawan kami harapkan untuk menulis berita sesuai fakta, dan mengutamakan kebenaran,” imbuhnya. (Ags/Mw)