Kakek di Magelang Tewas Tersangkut di Pohon Jengkol

oleh
Tim SAR gabungan melakukan evakuasi seorang kakek yang ditemukan meninggal dunia tersangkut di pohon jengkol di Kabupaten Magelang. (Foto: Kantor SAR Semarang)

Magelang – INFOPlus. Nahas menimpa seorang kakek di Kabupaten Magelang. Ia ditemukan tewas tersangkut di pohon jengkol. Diduga serangan jantung.

Kakek Asrofi (56) warga Dusun Clapar RT 8 RW 5, Desa Purwodadi, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, ditemukan warga tersangkut di atas pohon saat memanen buah jengkol, Rabu (6/9). Korban berhasil dievakuasi tim SAR gabungan dalam keadaan meninggal dunia.

Kepala Kantor SAR Semarang Heru Suhartanto menceritakan kronologi kejadian bermula dari Asrofi yang pamit ke kebun hendak memanen jengkol, sekira pukul 09.00 WIB. Jarak rumah dengan kebun sekitar 200 meter.

INFO lain :  Pasutri Tewas di Bogor, Penuh dengan Luka?

Sekitar pukul 13.00 WIB, seorang saksi bernama Ibu Aminah melihat korban tersangkut di atas pohon. Ia lantas berupaya memanggil lantaran posisi korban di pohon yang tidak lazim. Namun panggilan tak direspons hingga akhirnya memanggil warga untuk mencari pertolongan.

INFO lain :  Menhub Pertimbangkan Sistem "4 in 1" Karena Kualitas Udara Buruk

“Diduga korban mengalami serangan jantung tidak ketahuan, lalu pingsan di atas pohon dan akhirnya meninggal dunia,” tutur Heru.

Kejadian yang menimpa Asrofi dilaporkan ke tim SAR sekaligus minta bantuan untuk menurunkan tubuhnya. Koordinator Unit Siaga SAR Borobudur Basuki memberangkatkan 1 tim rescue untuk melaksanakan pertolongan disertai alut SAR vertikal

Upaya pertolongan tim SAR gabungan dengan menggunakan tangga panjang guna memanjat untuk memasang ancore di pohon, dengan ketinggian kurang lebih 6 meter. Selanjutnya korban dipasang tali pengalaman lalu diturunkan dengan sistem lowering

INFO lain :  Anggota DPRD Kota Magelang Jadi Tersangka Kredit Fiktif Rp 11,6 Miliar

“Setelah upaya tim SAR gabungan, pukul 15.40 WIB korban berhasil dievakuasi selanjutnya dibawa ke rumah duka.”

“Imbauan kepada masyarakat, saat beraktivitas untuk menjaga keselamatan diri agar kejadian ini tidak terulang kembali,” imbuh dia. (Ags/Mw)