Banyumas – INFOPlus. Peluang hidup delapan penambang yang terjebak di tambang emas di Kabupaten Banyumas diprediksi tipis. Mereka diduga tenggelam. Meski begitu upaya pertolongan terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Kepala Kantor SAR Cilacap Adah Sudarsa menuturkan upaya pertolongan kepada delapan penambang yang terjebak di lubang tambang area pertambangan emas di Desa Pancurendang, Kecamatan Ajibarang, terus dilakukan. Di hari kedua operasi SAR atau Kamis (27/7), tim SAR gabungan tetap berupaya menyedot air yang menggenangi lubang tambang.
Penyedotan air menggunakan mesin pompa air submersible sebanyak 6 unit yang lebih besar dari mesin pompa di hari pertama operasi. Langkah lain yakni dengan menutup titik resapan air dari cekungan air tanah di sekitar area pertambangan
“Bila titik masuk air sudah ditutup dan genangan mengering, akan dilanjutkan assesment lebih lanjut lagi,” ujar Adah Sudarsa, selaku SAR Mission Coordinator (SMC).
Menurut Adah, tim SAR gabungan tidak bisa gegabah untuk langsung masuk lubang tambang guna mengevakuasi delapan penambang. Sebab lubang masih tergenang air. Karenanya penyedotan air merupakan upaya penting dalam operasi SAR tersebut.
Selain masih tergenang air, kendala yang dihadapi tim SAR adalah lubang yang dalam dan sempit. Kedalaman lubang tambang emas Desa Pancurendang diperkirakan berkisar 60 meter. Sedangkan bentuk lubang tidak vertikal, melainkan zig zag menyerupai anak tangga dengan ketinggian lubang tidak lebih dari 80 Cm.
Posisi para penambang belum bisa dipastikan namun diperkirakan di kedalaman 45 meter. Sementara ketinggian genangan air hanya berjarak 15 meter dari permukaan tanah.
“Kemungkinan para penambang sudah tenggelam, karena lubang sudah terisi air semua,” ujar dia.
Terpisah, Kantor SAR Semarang siapkan personil guna memperkuat operasi SAR yang tengah dilaksanakan oleh Kantor SAR Cilacap.
“Seluruh rescuer baik yang di kantor maupun yang di Pos SAR Wonosobo dan Unit Siaga SAR Borobudur kami siagakan untuk sewaktu-waktu diberangkatan guna memperkuat pencarian dan pertolongan yang telah dilaksanakan oleh Kantor SAR Cilacap,” kata Kepala Kantor SAR Semarang, Heru Suhartanto.
Diberitakan sebelumnya, delapan penambang dilaporkan terjebak di dalam lubang tambang area pertambangan emas rakyat di Pancurendang, Selasa (25/7) malam. Mereka tak bisa naik atau keluar dari lubang lantaran air masuk atau merembes dari atas.
Kedelapan penambang tersebut diketahui berasal dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Yakni, Cecep Suriyana (29), Muhamad Rama Abd Rohman (38), Ajat (29), Mad Kholis (32), Marmumin (32), Muhidin (44), Jumadi (33), Mulyadi (40). (Ags/Ts)
















