Dyah Aristi Kusuma Putri viral di dunia maya lantaran kondisi rumahnya memprihatinkan. Wanita berusia 42 tahun ini diduga depresi sehingga tinggal di rumah reyot tanpa listrik. Selain itu, perempuan yang akrab disapa Putri tersebut juga menghebohkan publik karena mengaku pernah bekerja sebagai model majalah dewasa yang mengoleksi pakaian dalam (lingerie). Putri juga disebut dulu kaya raya bahkan memiliki banyak pembantu, hingga akhirnya ia depresi karena ditinggal meninggal oleh ibunda tercintanya.
Lantas, seperti apa sosok Dyah Aristi Kusuma Putri?
Putri diketahui bertempat tinggal di rumah reyotnya yang terletak di Jalan Mayangsari III, Blok E-13, RT 014/RW 015, Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara. Tetangga dekat Putri, Ramlah Harahap (74) menjelaskan bahwa Putri sudah tinggal di rumah tersebut sejak tahun 1984. Kala itu, keluarga Putri masih lengkap, di mana ia tinggal bersama dengan kedua orangtua dan satu orang pembantu.
“Awalnya biasa saja, dia (Putri) normal. Kondisi rumah bagus. Mereka datang ke sini pada 1984, tapi direnovasi dulu sama ibunya,” kata Ramlah.
“Putri saat itu usianya masih tiga tahun,” imbuhnya.
Mantan Ketua RT setempat itu juga menyampaikan bahwa Putri merupakan anak dari orang yang berada. Pasalnya, orangtua Putri terbilang berkecukupan dari sisi ekonomi. Bahkan, mereka bisa menyewa asisten rumah tangga (ART) untuk mengurus pekerjaan rumah dan menjaga Putri.
“Dia hidupnya kalau pulang sekolah, ya sama pembantunya. Tapi kalau ada ibu dan bapaknya, ya sama mereka. Sesekali saya main ke sana, dia panggil saya juga sebutan ibu,” ujar Ramlah.
Pada tahun 2009, ayah Putri meninggal dunia. Di tahun 2015, giliran ibunda Putri yang mengembuskan napas terakhirnya. Sejak kedua orangtuanya telah tiada, Putri diduga mengalami depresi karena terkadang berbicara melantur.
“Ya biasanya manja, ada orangtua, ada pembantu, taip sekarang sendiri. Teman dia tidak ada memang,” ucap Ramlah
“Waktu sekolah, anak-anak bawa teman ke rumah, nah dia enggak,” sambungnya.
Pada tahun 2019, rumah Putri sudah tidak terawat lagi. Aliran listrik pun diputus karena tidak membayar cicilan per bulan.
“2019 kalau enggak salah. 2017 ketika saya baru menjadi Ketua RT, belum apa-apa, masih bagus. Nah, 2019 ini, namanya dari 1984 enggak pernah dibetulkan. Kan banyak rayap lalu ada yang bocor,” ucap Ramlah.
Seiring berjalannya waktu, Rumah Putri tersebut dimanfaatkan oleh sejumlah orang yang tak bertanggung jawab. Dengan memanfaatkan kondisi Putri yang depresi, para muda-mudi mengalihfungsikan rumah reyot tersebut menjadi tempat untuk melakukan kegiatan yang negatif.











